Ada banyak tokoh superhero yang tak terkalahkan. Sosok Iron Man tak terkalahkan karena armor
bertenaga yang memberinya kekuatan dan daya tahan super. Ia selalu berusaha meningkatkan kualitas
armor agar menjadi semakin canggih dan semakin tak terkalahkan. Bagaimanapun, kisah superhero ini
hanyalah fiksi belaka. Tahukah Anda, ada "superhero" lain yang tak terkalahkan, dan ini bukan fiksi?
Jawabannya adalah Anda dan saya, kita semua, orang-orang percaya.
"Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan
dunia: iman kita." Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa kita menjadi tak terkalahkan oleh karena
iman kita. Orang percaya memiliki pandangan yang berbeda dengan dunia dalam menilai sebuah
kemenangan. Dunia selalu berbicara tentang kekayaan, jabatan, dan kebanggaan-kebanggaan duniawi
lainnya. Namun kita memiliki iman sebagai "senjata" yang mengalahkan dunia. Ini juga yang menjadi
kebanggaan Rasul Paulus kepada jemaat di Roma, yaitu karena kualitas iman mereka yang bertumbuh
hingga tersiar ke seluruh dunia (Roma 1:8). Iman yang tak terkalahkan mengandung unsur ketekunan dan
ketaatan di dalamnya. Ketekunan berbicara suatu hal yang dilakukan terus menerus sekalipun hasilnya
belum nampak. Ketekunan ini dapat dilihat dalam diri Nabi Elia. Ia berdoa dan memerintahkan bujangnya
untuk naik turun puncak gunung Karmel hingga 7 kali sampai hujan benar-benar turun setelah 3,5 tahun
kemarau. Iman yang taat dapat disimak dalam kisah Tuhan menyembuhkan sepuluh orang kusta. Yesus
memberi perintah yang cukup berat untuk mereka, yaitu menghadap imam-imam dikala mereka belum sembuh.
Pada masa itu, orang kusta tidak boleh berdekatan dengan orang sehat, karena mereka dianggap najis.
Jika akan melewati kerumunan, mereka membawa bunyi-bunyian sebagai tanda ada orang kusta, dan jika
tidak mendapat jalan, mereka sangat mungkin dilempari batu. Tetapi sepuluh orang kusta ini
menunjukkan ketaatan. Mereka tidak memikirkan resiko-resiko yang mungkin terjadi, mereka hanya
melakukan apa yang Tuhan katakan. "Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir." Jadi,
the invincibility formula adalah: iman yang tekun dan taat. Bagaimana dengan kehidupan kita, kualitas
iman seperti apa yang kita miliki? Ingat, iman itu harus direalisasikan. Mari praktikkan ketekunan
dan ketaatan dalam iman kita kepada Kristus. [LS]