INVINCIBLE

Sabtu,01 Agustus 2020

BACAAN ALKITAB HARI INI

Roma 8:31-39

BACAAN NDC BIBLE STUDY

Yesaya 5

AYAT HAFALAN

Roma 8:37

RENUNGAN INSPIRASI

Jumat, 13 Oktober 1972, 17 orang tim rugby Uruguay terbang menuju kota Santiago, Chile, untuk
bertanding melawan tim nasional Chile, bersama 28 penumpang lainnya. Cuaca hari itu sangat buruk,
awan tebal menutupi jarak pandang. Kesalahan pembacaan petunjuk radar membuat pesawat menabrak puncak
gunung dan jatuh di salah satu puncak pegunungan Andes yang dipenuhi salju abadi. Beberapa penumpang
tewas seketika. Penumpang yang selamat terjebak di puncak gunung yang sangat dingin dengan pakaian
paling hangat yang mereka miliki hanyalah jaket olahraga. Pemerintah Uruguay dan Chile melakukan
pencarian siang dan malam selama 11 hari, sebelum akhirnya menghentikan pencarian karena berpendapat
tidak ada manusia yang sanggup bertahan terhadap ganasnya udara dingin puncak pegunungan Andes selama
itu. Namun, Roberto Cassera dan Nando Paraddo, dua orang anggota tim rugby yang selamat, terus
meyakinkan penumpang yang selamat agar memiliki harapan. Mereka berusaha untuk menuruni puncak
pegunungan untuk mencari pertolongan. Pada tanggal 20 Desember 1972, mereka akhirnya menemukan
perkampungan kecil di kaki gunung. Tanggal 22 Desember, helikopter penyelamat datang untuk menjemput
16 orang yang bertahan hidup dari 45 penumpang pesawat. Kisah nyata ini diangkat ke layar lebar oleh
sutradara Frank Marshall pada tahun 1993 dengan judul Alive.
Apa yang dialami oleh penumpang pesawat di atas tidak jauh berbeda dengan apa yang sedang kita alami.
Dalam beberapa bulan terakhir ini, seluruh dunia ditarik ke dalam situasi yang tidak pernah dialami
sebelumnya. Mengapa Tuhan mengizinkan semua ini terjadi? Apakah Tuhan tidak mengasihi umat-Nya? Dalam
suratnya kepada jemaat di Roma, Paulus menuliskan: "Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih
Kristus?" Apakah virus COVID-19 dapat memisahkan kita dari kasih Kristus? Atau, krisis ekonomi?
Sekali-kali tidak! Rasul Paulus mengatakan, "Bila kita mendapat kesukaran atau bencana, bila kita
dikejar-kejar atau dibinasakan, apakah itu terjadi karena Ia tidak lagi mengasihi kita? Dan bila kita
lapar, tidak berduit atau dalam bahaya, atau diancam kematian, apakah Allah telah meninggalkan kita?"
(Roma 8:35b FAYH). Tuhan tidak akan meninggalkan kita. Ia tidak melupakan orang-orang yang
mengasihi-Nya. Pengharapan kita kepada Tuhan tidak akan pernah sia-sia, karena firman-Nya berkata:
"Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah
mengasihi kita." Apa pun yang sedang Anda alami hari ini, jangan tawar hati. Percayalah, bersama
Tuhan, kita adalah pemenang yang tidak terkalahkan. [HS]

REFLEKSI DIRI

1. Hal apa yang selama ini membuat Anda begitu tertekan dan hampir kehilangan harapan?
2. Firman Tuhan berkata bahwa kita lebih dari pemenang. Bagaimana firman ini menguatkan Anda dalam
menghadapi keadaan yang sedang Anda alami?

POKOK DOA

Tuhan Yesus, aku percaya semua yang terjadi di dalam hidupku ada dalam kuasa-Mu. Di tengah kesesakanku, aku akan tetap berharap hanya kepada-Mu. Aku yakin tidak ada yang mustahil bersama-Mu,Tuhan, dan Engkau akan menjadikan aku lebih dari pemenang. Haleluya. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Letakkan pengharapan Anda pada Tuhan karena bersama Tuhan, kita lebih dari pemenang.

HIKMAT HARI INI

“Leave the broken, irreversible past in God’s hand, and step out into the invincible future with Him.” – Oswald Chambers
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com