Jumat, 13 Oktober 1972, 17 orang tim rugby Uruguay terbang menuju kota Santiago, Chile, untuk
bertanding melawan tim nasional Chile, bersama 28 penumpang lainnya. Cuaca hari itu sangat buruk,
awan tebal menutupi jarak pandang. Kesalahan pembacaan petunjuk radar membuat pesawat menabrak puncak
gunung dan jatuh di salah satu puncak pegunungan Andes yang dipenuhi salju abadi. Beberapa penumpang
tewas seketika. Penumpang yang selamat terjebak di puncak gunung yang sangat dingin dengan pakaian
paling hangat yang mereka miliki hanyalah jaket olahraga. Pemerintah Uruguay dan Chile melakukan
pencarian siang dan malam selama 11 hari, sebelum akhirnya menghentikan pencarian karena berpendapat
tidak ada manusia yang sanggup bertahan terhadap ganasnya udara dingin puncak pegunungan Andes selama
itu. Namun, Roberto Cassera dan Nando Paraddo, dua orang anggota tim rugby yang selamat, terus
meyakinkan penumpang yang selamat agar memiliki harapan. Mereka berusaha untuk menuruni puncak
pegunungan untuk mencari pertolongan. Pada tanggal 20 Desember 1972, mereka akhirnya menemukan
perkampungan kecil di kaki gunung. Tanggal 22 Desember, helikopter penyelamat datang untuk menjemput
16 orang yang bertahan hidup dari 45 penumpang pesawat. Kisah nyata ini diangkat ke layar lebar oleh
sutradara Frank Marshall pada tahun 1993 dengan judul Alive.
Apa yang dialami oleh penumpang pesawat di atas tidak jauh berbeda dengan apa yang sedang kita alami.
Dalam beberapa bulan terakhir ini, seluruh dunia ditarik ke dalam situasi yang tidak pernah dialami
sebelumnya. Mengapa Tuhan mengizinkan semua ini terjadi? Apakah Tuhan tidak mengasihi umat-Nya? Dalam
suratnya kepada jemaat di Roma, Paulus menuliskan: "Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih
Kristus?" Apakah virus COVID-19 dapat memisahkan kita dari kasih Kristus? Atau, krisis ekonomi?
Sekali-kali tidak! Rasul Paulus mengatakan, "Bila kita mendapat kesukaran atau bencana, bila kita
dikejar-kejar atau dibinasakan, apakah itu terjadi karena Ia tidak lagi mengasihi kita? Dan bila kita
lapar, tidak berduit atau dalam bahaya, atau diancam kematian, apakah Allah telah meninggalkan kita?"
(Roma 8:35b FAYH). Tuhan tidak akan meninggalkan kita. Ia tidak melupakan orang-orang yang
mengasihi-Nya. Pengharapan kita kepada Tuhan tidak akan pernah sia-sia, karena firman-Nya berkata:
"Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah
mengasihi kita." Apa pun yang sedang Anda alami hari ini, jangan tawar hati. Percayalah, bersama
Tuhan, kita adalah pemenang yang tidak terkalahkan. [HS]