Nick Sitzman adalah seorang pekerja kereta api. Ketika sedang melakukan pengecekan gerbong terakhir, Nick tidak sengaja terkunci dalam gerbong pendingin (refrigerated box). Ia begitu panik, memukul-mukul pintu hingga kepalan tangannya berdarah dan suaranya menjadi serak. Sayangnya tak seorang pun mendengarnya. Ia berpikir ia tidak mungkin bertahan dalam ruangan pendingin, sehingga akhirnya ia mengambil sebuah pisau dan mengukir kata-kata di atas lantai yang berbunyi, ?Dingin sekali, badanku mulai mati rasa, jika aku tidur, ini mungkin pesan terakhirku.? Keesokan harinya, saat seorang pekerja membuka pintu gerbong pendingin itu, ia menemukan Nick sudah meninggal. Tahukah Anda, padahal unit pendingin gerbong itu tidak berfungsi, dan suhu terendah dalam ruangan itu 12 derajat. Ketakutan yang teramat besar telah membunuh Nick.
Ketakutan dan ilusi lambat laun dapat melumpuhkan pikiran kita. Saat seseorang merasa takut hingga berpikiran akan mati, maka terjadi reaksi fisik dari rasa takut yang dinamakan respon fight and flight yang dapat menyebabkan kematian. Alkitab berkata ada jenis ketakutan yang merugikan dan harus diatasi seperti yang dikatakan dalam 2 Timotius 1:7. Tidak dapat dipungkiri terkadang roh ketakutan dapat menguasai dan menyerang kita melalui banyak hal, entah itu penyakit, masa depan, pekerjaan, pasangan, atau isu-isu yang berkembang di sekitar kita. Allah mengingatkan kita supaya: Jangan takut! Yesus memelihara burung-burung di udara, sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. Mari belajar percaya kepada Tuhan, lihatlah kepada pemazmur, terlepas dari apapun yang terjadi ia mengatakan: Kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Pemazmur mengetahui bahwa Allah sangat berkuasa dalam segala hal. [LS]