Kisah di mana Allah menyatakan diri kepada Elia di gunung Horeb memberi satu pemahaman mengenai kehadiran-Nya. Elia pergi ke gunung Horeb, di mana Tuhan hendak menyatakan diri. Tuhan berfirman kepada Elia untuk keluar dan berdiri di atas gunung di hadapan Tuhan. Awalnya bertiup angin besar dan kuat yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit batu, kemudian datang gempa, dan kemudian api, tetapi Tuhan tak ada di sana. Setelah itu semua, kala bunyi angin sepoi-sepoi basa, di sanalah Tuhan hadir dan berbicara kepada Elia. Elia telah melihat kehadiran Tuhan nyata melalui pengalaman rohani yang hebat setelah mengalahkan nabi-nabi Baal dan berdoa akan turunnya hujan. Melalui kejadian ini ia diajarkan bahwa kehadiran Tuhan bukanlah hanya dalam cara-cara ajaib yang penuh kuasa semata.?
Kita cenderung mengabaikan ini, bahwa kehadiran-Nya bukan hanya dalam hal-hal spektakuler, seperti ketika dalam ibadah gereja, dilayani oleh hamba Tuhan, dan ketika Ia menyatakan mujizat-Nya. Meski begitu mulia dan besarnya Tuhan, pelajaran yang harus kita pahami adalah Ia bisa hadir dalam keadaan-keadaan biasa. Ia bisa hadir dalam keseharian dan kesederhanaan kita, keheningan hati kita, di dalam rumah kita, saat kita belajar, menyetir, dan melakukan apa pun, sama seperti ketika Ia hadir di dalam angin sepoi-sepoi. Satu hal penting yang harus kita jaga adalah memelihara hubungan dengan Tuhan, supaya kehadiran-Nya dapat selalu dirasakan di semua sudut kehidupan. Carilah Tuhan bukan hanya ketika sedang di gereja, pelayanan, dan seminar, karena acap kali Ia ditemukan di dalam keheningan hati kita yang sederhana dan apa adanya. Hiduplah selalu dekat dengan-Nya, dan sediakan tempat kapan pun Ia ingin menyatakan bukti kehadiran-Nya. [RS]