Prof. William James dari Harvard University pernah mengatakan bahwa kebahagiaan tidak selalu berada pada orang yang hidupnya penuh dengan kemudahan, tetapi justru kebahagiaan seringkali dirasakan oleh orang yang berhasil dalam mengatasi berbagai persoalan hidup. Jika kekayaan pasti membuat orang bahagia, Otto Beishmen, salah satu orang terkaya di Jerman tidak akan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Jika kekuasaan pasti membuat orang bahagia, G. Vargas, mantan presiden Brazil tidak akan menembak jantungnya sendiri. Jika kecantikan fisik pasti membuat orang bahagia, Marilyn Monroe tidak akan ditemukan tewas karena overdosis. Jika karier cemerlang pasti membuat orang bahagia, Thierry Costa, dokter yang sangat terkenal dari Perancis tidak akan bunuh diri. Ini membuktikan bahwa kebahagiaan tidak berasal dari luar dan tidak dapat dibeli.
Kita perlu memahami bahwa kebahagiaan berada di dalam hati dan pikiran manusia. Yang perlu kita lakukan adalah memfokuskan hati dan pikiran kita kepada Tuhan dan firman-Nya. Dari sanalah kita akan mendapatkan ketenangan, kekuatan dan kebahagiaan dalam menghadapi segala situasi dan kondisi. Hanya dengan pengenalan sejati akan Kristus saja yang dapat mendorong kita untuk meresponi segala sesuatu secara positif. Hati dan pikiran yang melekat kepada Kristus akan tercermin dari sikapnya yang selalu bersyukur, dan rasa syukur inilah yang membuat Anda bahagia. Mulai hari ini, jadikan bersyukur sebagai gaya hidup. Ingatlah bahwa kebahagiaan sejati hanya ditemukan di dalam Kristus melalui relasi yang kita bangun setiap hari dengan-Nya. [LS]