Dalam salah satu Mazmur Daud, ia mengatakan bahwa manusia boleh marah, tapi jangan sampai berdosa. Lebih baik dalam kemarahan itu manusia diam dan merenungkannya ketika ia berbaring di tempat tidur. Ketika manusia dalam keadaan marah, emosinya menjadi tidak terkendali dan dapat berujung dosa. Seorang penulis bernama Ralph Waldo Emerson berkata, "for every minute you remain angry, you give up sixty seconds of peace of mind." Artinya jika kita memilih untuk tetap marah atau tidak segera mengakhiri kemarahan tersebut, dalam setiap menit kemarahan tersebut, kita kehilangan 60 detik kebahagiaan.
Salah satu cobaan bagi orang yang sedang marah adalah menyimpan kemarahan. Tetap marah memang lebih mudah dilakukan daripada segera mengakhiri kemarahan karena ini membutuhkan penguasaan diri dan keberanian untuk mengalahkan gengsi. Banyak orang memilih untuk tetap marah dan menghadapi orang yang membuatnya marah dibandingkan dengan menghadapi perasaan marahnya sendiri. Maka dari itu, renungan hari ini mengingatkan kita untuk segera mengatasi kemarahan. Rasul Paulus menasihati bila kita marah, segera padamkan amarah itu sebelum matahari terbenam. Ingat, tidak ada kemarahan yang tidak menguras emosi. Kemarahan yang berlarut-larut hanya membawa kerugian bagi kita karena membuat hati tidak tenang, membuat pikiran kacau, dan kita tidak bisa menikmati kegiatan yang sedang kita kerjakan. Untuk itu, latih diri kita untuk berani segera menyelesaikan kemarahan. Ingat, jangan marah sampai matahari terbenam. [LS]