Everything that can go wrong will go wrong at the right time adalah bunyi dari Murphy's Law. Teori ini menjelaskan bahwa segala sesuatu yang berpotensi menjadi masalah akan genap menjadi sebuah masalah di saat yang tepat. Seperti misalnya pola hidup tidak sehat, suatu hari akhirnya akan menjadi sebuah penyakit yang menyerang diri kita sendiri. Kebohongan-kebohongan kecil ataupun white lies, pada suatu hari akan membesar bak bola salju yang akhirnya tidak bisa dibendung lagi. Ketidaktaatan terhadap firman seiring waktu juga pasti akan membawa bencana bagi yang melanggarnya. Segala sesuatu memiliki konsekuensinya masing-masing, dan konsekuensi itu akan datang disaat yang tepat.
Daud sebagai orang yang diurapi Tuhan pun tak luput dari kesalahan. Secara sadar Daud telah berencana untuk mengambil Batsyeba untuk menjadi istrinya dengan cara menyingkirkan suaminya terlebih dahulu (2 Samuel 11). Segalanya telah direncanakan dengan baik oleh Daud, namun hal ini merupakan kejahatan di mata Tuhan. Walaupun Daud menyesali perbuatannya setelah mendapat teguran Natan (2 Samuel 12:13) bukan berarti Daud serta merta bebas dari konsekuensi perbuatannya, dan konsekuensinya adalah Daud harus kehilangan anaknya. Hendaklah kita senantiasa hidup benar di mata Tuhan, jangan menyimpang ke kanan kiri walaupun hanya sedikit. Karena walaupun Tuhan maha pengampun, konsekuensi adalah harga yang tetap harus kita bayar. [EV]