Pertempuran Stalingrad antara tentara Nazi Jerman dan Uni Soviet pada 23 Agustus 1942 hingga 2 Februari 1943 adalah pertempuran yang paling berdarah sepanjang sejarah Perang Dunia ke-2. Adolf Hitler memerintahkan pasukan Nazi Jerman (Wehrmacht) untuk terus menggempur kota Stalingrad dengan segala cara agar dapat menguasai wilayah Uni Soviet. Sementara, tentara Merah Uni Soviet diperintahkan oleh Josef Stalin, mati-matian mempertahankan kota tersebut. Pertempuran ini begitu dahsyat, setiap hari tidak kurang 40.000 jiwa tewas dari kedua belah pihak dalam pertempuran jarak dekat. Pertempuran itu akhirnya dimenangkan oleh pasukan Uni Soviet dengan total korban tidak kurang dari 3 juta jiwa. Cuplikan dari Pertempuran Stalingrad ini dapat kita saksikan dalam film Enemy at the Gates, yang diadaptasi dari kisah nyata Vasily Zaytsev, seorang sniper Uni Soviet.
Namun, dahsyatnya pertempuran di atas, tidak dapat menyamai kedahsyatan pertempuran yang dialami oleh raja Yosafat di Lembah Pujian waktu melawan bani Amon, bani Moab dan orang Meunim dari pegunungan Seir. Mereka bergabung untuk menyerang kerajaan Yehuda dan mengepung dengan pasukan yang sangat besar jumlahnya, sehingga raja Yosafat sangat ketakutan. Tetapi dalam ketakutannya, raja Yosafat segera mencari Tuhan (2 Tawarikh 20:3). Inilah kunci kemenangan raja Yosafat. Tuhan menjawab seruan doa raja Yosafat beserta seluruh rakyat kerajaan Yehuda. Tuhan berfirman bahwa Tuhan sendirilah yang akan bertempur bagi mereka (2 Tawarikh 20:15). Mungkin hari-hari ini kita terkepung oleh berbagai macam masalah: kehilangan pekerjaan, usaha yang sedang sepi, hubungan keluarga yang tidak harmonis, atau sakit yang tak kunjung sembuh. Hari ini firman Tuhan mengingatkan kita untuk segera mencari Tuhan. Masalah apa pun yang sedang Anda hadapi, selama Anda mengandalkan kuasa Tuhan, tidak ada yang mustahil. Apa yang selama ini menjadi ketakutan terbesar Anda? Andalkanlah kuasa Tuhan untuk dapat menghadapinya, sebab Tuhan berkata, "Jangan takut, sebab aku menyertai engkau dan memegangmu dengan tangan kanan-Ku." [HS]