Pada 10 November 1935, sebuah kebakaran rumah terjadi di sebuah jalan di London dan menyebabkan lima wanita tewas di dalamnya. Tetangga mereka sudah berusaha untuk menelepon pemadam kebakaran, namun jalur telepon pada saat itu belum ada yang bersifat darurat, dan membuat telepon tersebut terabaikan. Tetangga mereka begitu terpukul atas kejadian ini, sehingga ia menulis surat kepada editor koran The Times, yang akhirnya menarik perhatian pemerintah. Kejadian inilah yang akhirnya menggerakan Inggris, dan kemudian Amerika Serikat, untuk menyediakan sebuah nomor telepon darurat.
Amerika Serikat juga menyadari bahwa ada banyak sekali kasus buruk terjadi dan memakan korban jiwa, karena departemen keselamatan, seperti kantor polisi, pemadam kebakaran, dan ambulans punya nomor yang berbeda-beda, dan ini membuat korban kesulitan untuk menghubungi saat keadaan darurat terjadi. Diputuskan bahwa harus ada satu nomor darurat yang mudah diingat, yang dengan sangat cepat bisa menyambungkan korban dengan seluruh departemen keselamatan lainnya. Lewat proses yang panjang, Amerika akhirnya merilis nomor darurat mereka, yaitu 9-1-1 pada tahun 1968.
Anda pun pasti familiar dengan nomor 9-1-1, yang mungkin sering kita lihat di adegan film-film. Ketika ada tokoh yang membutuhkan pertolongan, mereka akan menghubungi 9-1-1 dan dengan cepat mencari pertolongan. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda pernah mengalami posisi darurat, saat Anda sangat membutuhkan pertolongan dari orang lain? Mungkin di dalam telepon seluler Anda, ada nomor-nomor darurat tertentu yang dapat Anda hubungi ketika sedang membutuhkan pertolongan. Mereka bisa saja teman, anggota keluarga, atau pasangan Anda. Atau mungkin, Anda tipe orang yang selalu mengandalkan diri sendiri dan tidak mencari bantuan orang lain? Apapun itu, kita harus ingat bahwa kita mempunyai Tuhan yang selalu siap menolong kita. Ia sigap seperti nomor 9-1-1, bahkan lebih dari itu. Coba renungkan, apakah Anda selama ini sudah mencari pertolongan dari Tuhan, atau tidak pernah sama sekali? Mazmur Raja Daud dipenuhi dengan pengalaman-pengalaman di mana ia ditolong dan dilindungi Tuhan (Mazmur 54). Mencari Tuhan adalah hal pertama yang dilakukan Daud, bukan hal terakhir yang dilakukan ketika sudah tidak ada yang dapat dilakukan. Memasuki tema baru di bulan ini, biarlah kita diingatkan, bahwa kita mempunyai penolong yang siap membantu di saat darurat, yaitu: Tuhan kita. [JA]