Frank dan Morrow adalah sepasang suami istri yang dikaruniai 4 orang anak, dua putra dan dua putri. Keluarga ini tinggal di sebuah tanah pertanian di Charlotte, Amerika Serikat. Frank dan Morrow selalu mengajarkan anak-anaknya untuk berdoa, membaca Alkitab dan membangun mezbah keluarga setiap hari. Setiap hari Frank dan Morrow mendoakan anak-anak mereka agar selalu bersandar pada Tuhan, serta memiliki keberanian untuk tetap berpegang teguh pada kebenaran apa pun yang terjadi. Mereka bahkan berdoa agar anak-anaknya suatu hari nanti dipakai Tuhan untuk mengabarkan Injil. Pada bulan Mei 1934, anak sulung mereka, William Franklin Graham, Jr., menyerahkan diri untuk menjadi hamba Tuhan. Ia sekarang dikenal sebagai Pdt. Billy Graham, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan luar biasa. Di usia 99 tahun, Billy Graham dipanggil Tuhan dan meninggalkan 5 orang anak yang semuanya menjadi hamba Tuhan. Teladan iman Frank dan Morrow Graham kepada anak-anak mereka telah menumbuhkan iman yang kuat di dalam diri Billy Graham dan saudara-saudaranya.
Di dalam Perjanjian Baru kita mengenal sosok Timotius, anak rohani Paulus, yang melayani Tuhan dan memimpin jemaat. Dalam suratnya yang kedua kepada Timotius, Paulus kembali mengingatkan perjalanan pertumbuhan iman Timotius yang diawali dari neneknya (lihat 2 Timotius 1:5). Keluarga haruslah menjadi titik awal pertumbuhan rohani, dimana iman kepada Kristus itu berawal dan bertumbuh. Orang tua yang hidup mengasihi Tuhan dan memberikan teladan iman kepada anak-anaknya, akan menghasilkan generasi dengan iman yang berakar kuat pada Kristus. Perubahan zaman yang begitu cepat, memberikan tantangan yang besar bagi generasi ini. Bukan hanya tantangan untuk dapat meraih keberhasilan, tetapi juga tantangan untuk dapat tetap berdiri teguh di tengah godaan dan pergeseran moral di dunia ini. Keluarga, khususnya orang tua, memiliki panggilan khusus dari Tuhan untuk mempersiapkan generasi ini menghadapi tantangan zaman. Bangunlah atmosfir yang mendukung pertumbuhan rohani di dalam keluarga Anda. Berikanlah teladan untuk saling mendoakan di antara anggota keluarga, bangunlah mezbah keluarga, miliki waktu untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan bersama-sama. Keluarga yang menjadi tempat dimana iman dan kerohanian dapat bertumbuh dengan baik akan menghasilkan generasi-generasi yang dapat mengubah dunia. [HS]