Angka individualisme di dunia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dan meningkat secara progresif sejak 1960. Hal ini membuktikan bahwa manusia mempunyai kecenderungan untuk mementingkan diri sendiri, atau menganggap bahwa dirinya adalah pusat dari segalanya. Pula di dalam Kekristenan, ada sebuah paradigma yang menganggap bahwa yang terpenting menjadi seorang Kristen adalah hubungan dengan Tuhan, dan lingkungan sekeliling tidak terlalu penting. Kristen individualis adalah sebuah konsep yang bertentangan dengan apa yang Yesus ajarkan.
Yesus memberi teladan kepada orang percaya bahwa orang percaya harus menghasilkan buah, yang dapat dinikmati banyak orang lewat kehidupan kekristenan. Selama pelayanan Yesus di bumi, Yesus terus menghasilkan buah bagi orang-orang yang hidup di zaman itu. Yesus mempunyai hubungan yang sangat intim dengan Bapa, dan disaat yang bersamaan tidak pernah berhenti menghasilkan buah, sehingga banyak orang menjadi percaya lewat pelayanan-Nya. Matius 7:19 memberikan sebuah pelajaran bahwa kekristenan yang tidak menghasilkan buah adalah sia-sia, dan akan dibinasakan. Sebuah pertumbuhan spiritual yang baik pasti dapat dirasakan orang sekeliling kita, dan akan dimanifestasi lewat pikiran, perkataan, dan perbuatan yang membawa kemuliaan bagi Tuhan. Mintalah sebuah kerinduan pada Bapa agar kita dapat terus bertumbuh dalam Tuhan sehingga dapat menghasilkan buah. Buah yang manis itu akan dinikmati oleh orang lain yang melihat hidup kita melalui pekerjaan kita, pelayanan kita, keluarga kita, dan banyak orang percaya kepada Yesus karena buah yang kita hasilkan. [KH]