Seorang pendeta sekaligus pengacara bernama Mat Staver mengatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat telah menghabiskan lebih dari dua ratus milyar dollar pada isu-isu yang berhubungan dengan identitas gender dan homoseksualitas. Bahkan, pada Januari 2017, majalah National Geographic mendedikasikan salah satu terbitan bulanannya dengan judul "Gender Revolution". Para penulis melakukan konsultasi dengan para ahli tentang seksualitas dan menggambarkan ada banyak pilihan seksual dan gender. Total ada sekitar 12 lebih istilah, termasuk transgirl (terlahir sebagai lelaki, tapi identitas gendernya perempuan) dan transboy yang memiliki pengertian sebaliknya. Terdengar sangat canggih, tapi ini adalah suatu kebodohan yang bertentangan dengan cara Allah menciptakan manusia (Kejadian 1:27).
Peristiwa ini sangat mengerikan, ketika hal yang jelas salah mengalami pembenaran dengan kedok kebijaksanaan atas revolusi gender. Hal yang lebih buruk lagi adalah ini akan mendorong perilaku yang salah dan membiarkan orang tersebut terbelenggu dalam kehidupan yang tidak seharusnya. Ini adalah perilaku menyimpang yang telah dinubuatkan oleh Rasul Paulus ketika manusia berhenti sungguh-sungguh menyembah, menaati, dan mengucap syukur kepada Allah (Roma 1:27). Banyak orang mengabaikan kebenaran, dan ikut merangkul dusta serta penipuan ini. Bagi kita yang terus memegang firman Allah sebagai kebenaran, tidak boleh membiarkan kepercayaan dan upaya-upaya yang sesat ini terus berlanjut. Anda yang bekerja pada sektor pemerintahan, media, televisi atau film, pekerja sosial, para pemimpin, harus ingat bahwa Anda memiliki pengaruh cukup besar untuk memutus mata rantai yang menular ini. Ingat, jangan pernah tinggalkan penyembahan. Penyembahan adalah pilihan untuk menghormati dan menaati hukum Allah. Ketika Anda meninggalkan penyembahan, Anda telah membuka diri terhadap perilaku-perilaku menyimpang yang menggiring Anda kepada maut. [LS]