Pernahkah Anda sakit gigi? Sadarkah Anda ketika sakit gigi, Anda menjadi selektif dalam memilih kata-kata yang akan diucapkan, dan hanya akan berbicara mengenai hal yang benar-benar penting. Saking enggannya berbicara ketika sedang sakit gigi, Anda akan memperhatikan setiap ucapan yang keluar, dan memastikan bahwa ucapan yang terlontar adalah ucapan yang tidak sia-sia. Dalam bacaan Alkitab kita hari ini, Yakobus membandingkan lidah dengan api, yang walaupun kecil, dapat membakar hutan yang besar. Api bisa bermanfaat, tetapi juga bisa menghanguskan, sama seperti itulah lidah. Nyatanya, tidak sedikit masalah yang terjadi dalam hidup kita bersumber dari ketidakmampuan kita mengontrol setiap perkataan yang keluar dari bibir kita. Harus kita akui, bersikap hati-hati dalam berbicara memang bukan hal yang mudah, apalagi ketika sedang dalam keadaan emosi. Kebanyakan orang lepas kendali sehingga mengungkapkan amarahnya melalui kata-kata kasar, caci maki, bahkan kutukan. Ucapan yang menurut kita sepele bisa jadi membuat luka yang membekas dalam atau memicu pertengkaran yang besar.
Dari firman hari ini kita diingatkan untuk mengontrol perkataan kita, sebisa mungkin berpikir terlebih dahulu sebelum berkata. Namun sebagai manusia yang terbatas, kita harus menyadari dengan kekuatan kita sendiri akan sangat sulit mengendalikan setiap perkataan yang keluar dari bibir kita, karena manusia bereaksi sesuai situasi dan kondisi yang ada. Inilah pentingnya untuk selalu mengisi hati dan pikiran dengan firman Tuhan, serta meminta pimpinan Roh Kudus setiap hari. Biarlah kita diberi kemampuan untuk mengendalikan lidah dan senantiasa berada di dalam pimpinan Tuhan, sehingga kita bisa selalu bijak dalam berkata-kata. [CK]