RENUNGAN INSPIRASI
Seorang wanita bekerja di sebuah pabrik pemotongan daging. Suatu sore sebelum pulang ia mampir ke ruang pendingin untuk mengecek sesuatu, malangnya ia malah terkunci di dalam. Ia terus menggedor dan berteriak dengan harapan ada yang mendengar dan bisa menyelamatkannya. Setelah berjam-jam berusaha akhirnya ia kelelahan dan hanya sanggup meringkuk sambil berdoa. Saat hampir pingsan, samar-samar ia mendengar bunyi pintu dibuka, seorang sekuriti kemudian menolongnya keluar dari sana. Setelah pulih, ia bertanya kepada sekuriti tersebut kenapa bisa kebetulan sekali memeriksa ruang pendingin. Sekuriti tersebut menjelaskan bahwa ia tidak mengenali semua pekerja pabrik karena jumlah orang yang sangat banyak, namun secara khusus ia ingat akan wanita tersebut karena selalu menyapanya setiap kali datang dan pulang kerja. Dan ketika sore itu ia tidak melihat wanita ini meninggalkan pabrik, ia merasa ada yang tidak beres dan memutuskan untuk memeriksa setiap sudut pabrik.
Apa yang dialami wanita ini bukanlah suatu kebetulan. Ada yang disebut tabur tuai. Sang wanita telah menabur kebaikan dengan bersikap ramah kepada sekuriti tersebut, dan ia menuai dengan cara diingat bahkan diselamatkan dari malapetaka. Di jaman individualis seperti sekarang ini, kebanyakan orang enggan bersikap baik terhadap orang lain karena berbagai alasan. Alkitab mengajarkan anak Tuhan untuk senantiasa berlaku ramah dan lemah lembut kepada setiap orang (Titus 3:2). Tidak perlu terlalu mengkhawatirkan perkataan dan pikiran orang. Berbuat baiklah senantiasa, tetaplah ramah terhadap semua orang. Jangan enggan menabur kebaikan, karena Anda tidak akan pernah tahu kapan Anda akan menuai kebaikan tersebut. [EV]