Ada satu ungkapan latin kuno yang berbunyi, "Diam berarti memberi persetujuan; seseorang harus berbicara ketika ia mampu berbicara." Salah satu contoh konkrit atas ungkapan ini terdapat dalam buku Betrayal-German Churches and the Holocaust yang membahas peran agama dalam Nazisme. Buku ini adalah kritik keras terhadap umat beragama yang tidak menentang penganiayaan atas orang-orang Yahudi. Dalam hal ini, diam berarti pernyataan sikap.
Seorang filsuf dan negarawan Edmund Burke berkata, "Semua yang dibutuhkan agar kejahatan menang adalah orang-orang baik yang tidak melakukan apa-apa." Titus 1:16 berkata, mereka mengaku mengenal Allah, tapi melalui perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Orang-orang yang dinilai rohani tetapi tidak berani berbicara untuk menyuarakan kebenaran firman Tuhan menunjukkan bahwa mereka setuju atas perbuatan yang salah, dan secara tidak langsung mendukung perbuatan tersebut. Paulus memberikan contoh kepada kita untuk berani menentang dan tidak mentolerir tindakan yang salah. Melalui surat-suratnya, betapa sering Paulus memperingatkan dan menegur perilaku yang bertentangan dengan firman Allah. Seberapa banyak dari Anda yang memilih diam ketika melihat orang lain melakukan sesuatu yang tidak benar. Mulai saat ini, biasakan diri Anda untuk memperingatkan mereka dengan cara yang benar dan penuh kasih seperti Paulus. Matikan sikap apatis terhadap sesuatu yang salah. [LS]