Ketika Anda berkomitmen untuk menikah dan hidup bersama dengan seseorang, artinya Anda harus siap dihadapkan dengan berbagai macam perbedaan. Dimulai dari hal-hal sepele seperti cara mengeluarkan isi odol sampai hal-hal besar seperti pola pikir dalam memutuskan sesuatu. Tak jarang, perbedaan-perbedaan semacam ini memancing keributan dalam rumah tangga. Mungkin, keributan ini memang tak berjalan lama. Anda sudah dapat bersikap biasa kepada pasangan Anda beberapa jam setelah keributan tersebut. Namun, jika diperhadapkan dengan masalah serupa, keributan ini kembali terjadi. Pertanyaannya, apa benar hati Anda sudah betul-betul memaafkan pasangan Anda? Jika sudah, mengapa keributan yang sama terjadi secara berulang-ulang? Seorang terapis keluarga bernama Sheryl Woodhouse menyatakan bahwa keributan berulang semacam ini sering terjadi pada pasangan. Untuk itu, Woodhouse memberikan tips untuk mengatasi permasalahan berulang antara pasangan.
1. Mengenali masalah
Pahami penyebab dari keributan yang terjadi terhadap Anda dan pasangan Anda. Siapa tahu, Anda dan pasangan Anda memiliki permasalahan yang berbeda.
2. Menemukan solusi
Pikirkan bersama-sama solusi yang dapat membuat kedua belah pihak mendapatkan keadilan.
3. Mencari bantuan
Jika Anda dan pasangan Anda merasa masalah itu sudah tak dapat ditangani berdua, pertimbangkan bantuan dari pihak ketiga yang dapat menengahi.
4. Berhenti saling menyalahkan
Menyalahkan orang lain, sama saja dengan merasa diri paling benar. Untuk itu, berhentilah bersikap defensif dan terus menyerang pasangan Anda.
5. Menanyakan kebutuhan pasangan.
Pahami kebutuhan pasangan, tanyakan apa yang ingin ia ungkapkan. Selain itu, utarakan juga apa yang membebani Anda.
Langkah-langkah diatas tidak mungkin terwujud jika tidak adanya kerendahan hati untuk memulai pembicaraan. Oleh karena itu, sangat penting memiliki kerendahan hati dalam menyelesaikan sebuah masalah dalam rumah tangga. Selain itu, kerendahan hati juga merupakan bukti rasa takut Anda kepada Kristus (Efesus 5:21). Maka, milikilah kerendahan hati. Niscaya, permasalahan Anda dengan pasangan dapat segera terselesaikan. [YK]
Setelah mengevaluasi masalah dan mendengarkan isi pikiran pasangan Anda, cari tahu apakah masalah yang sebelumnya sering terjadi kembali terulang?