Pada masa ini banyak anak menganggap rumah hanya sebagai tempat makan dan tidur. Tidak ada nilai, norma, pengajaran yang mereka dapatkan di dalam rumah. Orang tua lebih sibuk dengan pekerjaan, dengan pemikiran mereka dapat meninggalkan harta sebagai warisan satu-satunya untuk anak mereka. Padahal, keluarga adalah tempat pertama bagi anak untuk menerima pendidikan iman dan mempraktikkannya. Ini jauh lebih penting dan akan mempengaruhi karakter anak kelak. Orang tua harus menyadari tujuan akhir setiap orang percaya adalah kehidupan kekal bersama Allah di sorga, sehingga warisan yang sesungguhnya harus berfokus pada perspektif tujuan akhir, yakni warisan iman. Warisan iman adalah satu-satunya warisan yang tidak dapat dinilai dengan uang, tidak dapat dirampas oleh siapapun dan membawa keselamatan bagi yang percaya dan menerimanya. William Franklin Graham dan Morrow Graham adalah contoh orang tua yang berhasil meneruskan warisan iman dengan terus membimbing anaknya dalam praktik berdoa bersama, pembacaan Firman Allah, dan setia beribadah di gereja. Warisan iman yang begitu kaya menjadi cara Allah untuk membuat anak mereka semakin beriman dan menerima panggilan sebagai penginjil, Billy Graham.
Di dalam Alkitab, salah satu tokoh yang menerima warisan iman adalah Timotius (2 Timotius 1:5). Iman itu diturunkan dari neneknya Lois ke ibunya Eunike, selanjutnya kepada Timotius. Kemudian ia dididik dan diajar oleh Rasul Paulus yang membuat fondasi imannya kokoh. Bagaimana orang tua dapat mewariskan iman dalam kehidupannya sehari-hari? Orang tua tidak bisa hanya mengajar anaknya melalui teori-teori, tapi harus mempraktikkan imannya sendiri dalam setiap aspek kehidupan, seperti: saat menghadapi masalah, ketika mendapat berkat, ketika melihat orang lain kesusahan, dan aspek lainnya yang didasarkan kepada ajaran Firman Allah. Dengan demikan anak melihat bagaimana iman harus dipraktikkan dan diteruskan kepada generasi selanjutnya. Mulai saat ini, praktikkan iman itu sebagai warisan untuk anak Anda, karena kekuatan iman yang akan menjadi modal dan menolong anak Anda untuk bisa melewati berbagai musim kehidupan mereka di masa depan. [LS]
Apa warisan yang paling berharga untuk anak Anda? Maukah Anda mulai mempraktikkan iman kepada anak Anda? Bagaimana caranya?