Dalam Kejadian 6:22 dikatakan: "Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya." Terpikirkah oleh saudara, bagaimana respon keluarganya saat itu? Walau tidak disebutkan dalam ayat Alkitab secara eksplisit, Kejadian 7:7 menyatakan, "Masuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya karena air bah itu." Keluarganya ikut mendukung apa yang dilakukan oleh Nuh atas perintah Tuhan. Mereka sebagai satu keluarga yang utuh bersepakat hingga akhirnya mereka beroleh keselamatan.
Salah satu hal penting dalam membina rumah tangga adalah kesatuan keluarga (oneness); bagaimana suami istri dapat bersepakat dalam segala hal. Sepakat artinya menyatukan hal-hal yang sebenarnya berbeda, tapi ada upaya pencarian jalan tengah hingga menghasilkan kesepakatan. Ada satu pepatah Cina yang sangat baik berbunyi "Fuk jie dong shien, wang dho jen chien. Fuk jie phuk dong sien chien jen wang dho." Artinya, ketika suami istri bersatu hati, tanah bisa menjadi emas, namun ketika suami istri tidak bersatu hati emas bisa menjadi tanah. Jelas bahwa bersepakat dalam segala aspek di keluarga akan menghasilkan sesuatu yang positif. Berdasarkan Efesus 4:2, kesatuan tersebut dapat diperoleh dengan cara saling terbuka mengemukakan pendapat dan keyakinan yang dimiliki masing-masing dengan sikap rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Marilah kita membangun kehidupan keluarga yang memiliki kesatuan hati, pikiran, dan tujuan sehingga menjadi keluarga yang berkenan dan diberkati Tuhan. [CK]
Catat berapa banyak pengambilan keputusan yang berhasil diperoleh dengan tetap memelihara kesatuan keluarga Anda dan apa yang kerap kali menjadi kendala untuk menjadi perbaikan ke depannya.