Dave Roever, seorang veteran perang Vietnam yang selamat dari ledakan granat tangan menderita luka parah pada wajahnya. Ia menyaksikan bagaimana istrinya memasuki kamar dan harus mengecek tanda lahirnya karena tidak dapat mengenalinya sebagai laki-laki yang ia nikahi sebelumnya. Dave yang merasa cemas dan takut ditinggalkan, berkata kepada istrinya, "Sayang, saya tidak kelihatan ganteng saat ini." Lantas istrinya tertawa dan berkata, "Dave kamu memang tidak pernah kelihatan ganteng." Ia kemudian menunduk dan mencium wajahnya yang terbakar. Dan terbukti istrinya tak pernah meninggalkannya. Itulah cinta yang kuat.
Dalam mengarungi perjalanan pernikahan sesuatu bisa terjadi, dan perubahan tak bisa dielakkan. Kehidupan ke depan tak ada yang tahu. Di depan sana bisa saja, istri yang dikagumi kecantikannya berubah secara fisik, suami yang kita andalkan tidak lagi kuat secara fisik atau tiba-tiba kehilangan pekerjaan, dan ada berbagai macam kemungkinan perubahan lainnya. Seperti apa yang diucapkan Gary Chapman, "Pernikahan selalu berpindah dari satu musim ke musim lainnya. Kadang kita menemukan diri kita di musim dingin-putus asa, terlepas, dan tidak puas; lain kali kita mengalami musim semi, dengan keterbukaan, harapan, dan antisipasi. Di kesempatan lain, kita menikmati hangatnya musim panas - nyaman, santai, menikmati hidup. Dan kemudian jatuh dengan ketidakpastian, kelalaian, dan kekhawatiran. Siklus berulang sepanjang hidup perkawinan, sama seperti musim berulang di alam." Tetapi ketika semua itu terjadi, sanggupkah Anda sebagai murid Yesus memegang teguh janji nikah yang Anda ucapkan? Mampukah komitmen Anda menjaga cinta Anda sama seperti awal Anda menerima pasangan Anda? Milikilah cinta yang kuat seperti apa yang diungkapkan di dalam Kidung Agung, "Meteraikan aku dalam hatimu dengan ikatan pernikahan yang abadi karena cinta itu kuat seperti maut â€Â¦ Air yang banyak tidak dapat memadamkan kobaran cinta, air bah pun tidak dapat menenggelamkannya. Orang tidak mungkin membelinya meski dengan seluruh harta miliknya sekalipun." (Kidung Agung 8:6-7 FAYH). [RS]
Bicarakanlah perubahan-perubahan tersebut bersama pasangan Anda, dan tunjukkan kepadanya bahwa cinta Anda tak berubah kepadanya. Berdoalah bersama-sama meminta kekuatan dari Tuhan, sebab Ia memberikan kepada anak-anak-Nya roh yang membangkitkan kekuatan dan kasih (2 Timotius 1:7).