"Don̢۪t judge book by it̢۪s cover" merupakan ungkapan yang berlaku, tetapi tidak dapat secara mutlak kita terapkan dalam hal penampilan. Sulit menampik bahwa masih banyak orang yang menilai penampilan melalui "first impression". Penilaian awal kepada seseorang akan sangat berdampak bagi peningkatan karir, setidaknya itulah hasil penelitian oleh Dr. Albert Mehrabian dari UCLA. Ia menyarankan agar seseorang berpenampilan wajar dan tidak berlebihan, karena menjaga penampilan yang rapi dan sopan, akan menarik banyak hal positif dalam hidup, termasuk berkat.
Di dalam 1 Timotius 2:9 (BIS) tertulis, "Hendaklah kaum wanita menghias dirinya dengan sederhana dan memakai pakaian yang sopan." Kata ‘sederhana’ dan ‘sopan’ menjadi kunci prinsip berpenampilan. Sayangnya, orang Kristen seringkali lengah dalam hal berpenampilan. Bahkan terkadang kurang bijak dalam menentukan penampilannya pada situasi dan waktu-waktu tertentu. Contohnya ketika datang beribadah. Masih banyak orang-orang yang berpenampilan kurang rapi atau terlalu terbuka. Bukankah hal ini mencerminkan cara kita menghargai Tuhan dan diri kita sendiri. Pada prinsipnya, dalam situasi apapun, penampilan anak-anak Tuhan harus mencerminkan penghormatan kepada Allah dan menggambarkan kekudusan. Tubuh kita adalah Bait Allah sekaligus persembahan yang sejati, maka cara kita menampilkannya juga menjadi hal yang penting. Kita harus menjaga identitas diri kita sebagai warga kerajaan Surga melalui penampilan kita sehari-hari.[LS&CK]