Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mencatat pengertian dari antisipasi, yakni perhitungan tentang hal-hal yang akan atau belum terjadi. Tindakan antisipasi umumnya lebih mudah dan murah dibandingkan dengan biaya mengurangi dampak dari peristiwa yang tidak diinginkan. Peribahasa sederhana yang mungkin sering kita dengar adalah "sedia payung sebelum hujan". Bukankah lebih murah dan mudah untuk membawa payung, dibandingkan dengan resiko akibat terkena hujan? Hal ini juga berlaku untuk hal-hal yang lebih besar dalam aspek kehidupan kita.
Alkitab memberikan perumpamaan menarik mengenai sebuah langkah antisipasi yang dilakukan oleh bendahara yang tidak jujur. Bendahara ini tahu bahwa dirinya akan dipecat oleh tuannya, maka ia segera mempersiapkan langkah-langkah antisipasi dengan memberikan potongan kepada orang-orang yang berhutang kepada tuannya. Hal ini dilakukannya, agar ia dipandang baik dan akan ada orang yang menampungnya saat ia dipecat. Tuhan sendiri memuji kecerdikan bendahara ini. Kita harus melihat perumpamaan ini dari sisi yang positif bahwa betapa pentingnya sebuah antisipasi dapat menyelamatkan hidup kita. Kita dapat terapkan langkah antisipasi di dalam seluruh aspek kehidupan kita. Entah itu di dalam bisnis, hubungan, pekerjaan, bahkan dalam kehidupan sehari-hari yang sifatnya sangat sederhana. Salah satu langkah antisipasi yang paling dekat dengan kehidupan kita saat ini adalah gerakan "Go Green" dari masyarakat dunia dalam rangka mengantisipasi global warming. Maka, jika Anda hendak meninggalkan kantor untuk makan siang atau rapat yang memerlukan waktu cukup lama di luar kantor, ada baiknya untuk menghemat energi dan mematikan komputer Anda. Mulai sekarang, dalam setiap aspek kehidupan Anda, jangan lupa pelajari dengan matang apa yang sedang Anda hadapi dan kenali kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi. Dengan begitu, kita dapat menyiapkan langkah antisipasi. Ingat, antisipasi harus selalu melekat dalam sebuah perencanaan. [LS]