Natal adalah sebuah peringatan yang selalu identik dengan hadiah. Kita mempersiapkan hadiah Natal bagi orang-orang yang kita kasihi, ditambah acara-acara tukar kado yang membuat kita sibuk mencari hadiah. Namun, marilah kita berhenti sejenak dari segala kesibukan kita, dan bertanya pada diri kita, "Hadiah apakah yang akan aku berikan kepada Yesus?" Bukankah Natal adalah peringatan ulang tahun Yesus? Bila demikian, yang berulang tahunlah yang patut mendapatkan hadiah, bukan? Sadarlah kita bahwa selama ini sudah begitu banyak yang Tuhan berikan bagi kita. Kesehatan, keluarga, teman-teman, pekerjaan, usaha, pendidikan, pelayanan, bakat, makanan, minuman, kendaraan, keamanan, perlindungan, dan lain sebagainya. Tak terhitung hadiah yang Tuhan sudah berikan bagi hidup kita. Bahkan keselamatan yang kita miliki itu pun merupakan pemberian dari Tuhan (Efesus 2:8-9), tidak seorang pun yang dapat mengusahakan keselamatan atas kuasa dosa bagi dirinya sendiri. Hadiah apakah yang akan Anda berikan kepada Yesus?
Dalam suratnya, Petrus dengan jelas menulis bahwa bila kita sudah menerima begitu banyak pemberian dari Tuhan, sudah seyogyanya kita menggunakan semua hal itu untuk melayani sesama. Saat kita menggunakan dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri kita untuk melayani pekerjaan Tuhan dan juga melayani sesama, sesungguhnya kita sedang mempersiapkan hadiah yang terbaik bagi Tuhan. Pekerjaan adalah pemberian dari Tuhan, kualitas hasil kerja kita adalah hadiah yang kita dapat berikan kepada Tuhan. Pelayanan yang dipercayakan kepada kita adalah anugerah dari Tuhan, sikap hati kita saat melayani dan kesungguhan kita untuk memberikan yang terbaik adalah hadiah yang kita berikan kepada Tuhan. Ingatlah selalu bahwa Tuhan tidak menginginkan harta benda atau materi yang mahal harganya, yang Tuhan inginkan sebagai hadiah di hari ulang tahun-Nya adalah kualitas hidup yang baik yang kita hidupi untuk kemuliaan nama-Nya. [HS]