Ishak adalah orang yang meraih keberhasilan di masa paceklik, masa yang sukar, karena ia diberkati oleh Tuhan. Secara perhitungan manusia, tidak mungkin di masa yang sukar seseorang bisa menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya (Kejadian 26:13). Tetapi itulah yang dialami oleh Ishak. Kita dapat belajar 2 hal dari Ishak. Pertama, Ishak taat dan menaruh hidupnya di bawah otoritas Firman Allah saat Tuhan menyuruhnya tinggal di Gerar walaupun kondisi lembah Gerar saat itu sangat tidak memungkinkan untuk ditinggali karena kering dan gersang. Karena ketaatannya, Ishak berhasil mendapati mata air yang berbual-bual airnya. Apapun keadaan yang kita alami solusinya adalah taat dan tunduk dibawah otoritas Firman Allah. Kedua, Ishak bertindak dengan iman. Secara logika, kondisi tanah Gerar yang kering tidak memungkinkan untuk ditanami. Tetapi Ishak bertindak dengan iman sehingga ia tetap menabur di situ dan mendapat hasil 100 kali lipat (Kejadian 26:12). Ketika ada pergumulan dan seakan keadaan tidak berpihak kepada kita, pelajari dan lakukan apa yang Ishak lakukan dengan taat menyerahkan hidup kita di bawah otoritas Firman Tuhan. Bacalah Firman Tuhan dan bangun mezbah doa setiap hari agar kita mengetahui kehendak Tuhan dalam kehidupan kita dan mulailah melakukan tindakan iman, maka keberhasilan akan menjadi bagian kita. [LS]