Pandangan manusia seringkali hanya tertuju pada apa yang dapat dilihatnya secara kasat mata. Manusia secara tidak langsung berfokus pada jabatan seseorang, penampilan seseorang, harta yang melekat dan terlihat, penampilan fisik yang rupawan, dan lain sebagainya. Memang benar hal tersebut layak mendapatkan apresiasi atau pujian. Namun, hal ini menjadi salah ketika seseorang menaruh fokus pada pujian yang datangnya dari manusia. Hal ini terjadi pada Sahar Tabar. Niatnya yang ingin cantik seperti aktris Angelina Jolie melalui operasi plastik harus dikubur dalam-dalam setelah operasi yang dijalaninya gagal total.
Pujian yang datang dari manusia berbanding terbalik dengan pujian yang datangnya dari Tuhan Yesus. Tuhan kita justru sangat memuji hal yang berasal dari dalam diri manusia, yakni ketaatan kepada-Nya. Seperti yang ada dalam bacaan Alkitab hari ini, Saul diperintahkan Tuhan untuk melakukan suatu tugas, namun kita melihat bahwa apa yang dilakukannya (sikap mempersembahkan korban) sebagai alasan dari kegagalannya menaati Allah. Tanggapan Allah di dalam 1 Samuel 15:22 (BIS) adalah, "Taat kepada Tuhan lebih baik daripada mempersembahkan kurban". Rupanya, standard pujian manusia dan Allah jauh berbeda. Tidak jadi masalah jika apa yang kita lakukan saat ini (seperti pekerjaan, pelayanan, dan sebagainya) tampak kecil atau sederhana di mata dunia, selama kita melakukannya dengan penuh ketaatan kepada Tuhan. Ingat, pujian yang datang dari dunia hanya bersifat fana. Apalah artinya dipuji banyak orang jika Tuhan memalingkan wajah-Nya. Mulai saat ini, fokuslah mencari pujian dari Tuhan, kita harus melakukan apa yang saat ini dipercayakan-Nya dengan taat dan penuh kesungguhan, maka pujian dari manusia akan mengikuti dengan sendirinya. [LS]