Para pemotor sering melintas di trotoar terutama saat jam pulang kantor karena mereka bermaksud menghindari macet di jalan raya. Himbauan petugas satpol PP seringkali tidak diindahkan oleh para pemotor tersebut. Saat suatu aturan dilanggar, terdapat hak-hak orang lain yang terampas. Beberapa waktu lalu ramai di media sosial mengenai kasus pemotor yang memukul pejalan kaki di trotoar karena pemotor tersebut tidak terima ditegur untuk tidak melintas di trotoar. Padahal dalam kasus ini sebenarnya hak-hak pejalan kaki dirampas para pemotor. Roscoe Pound mengungkapkan bahwa aturan adalah pembangun kehidupan sosial (law is social engineering). Aturan yang ada mengendalikan manusia dalam bertingkah laku dan menciptakan keseimbangan antara kepentingan masyarakat dengan individu.
Sesuai dengan bacaan Alkitab kita hari ini, kita menerima roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Membangkitkan ketertiban artinya mendorong kita hidup dalam ketertiban. Allah menghendaki kita untuk memiliki penguasaan diri untuk hidup secara tertib dalam semua aspek hidup kita. Dalam kehidupan bermasyarakat, hendaklah kita menjadi role model (teladan) bagi lingkungan kita, terutama dalam menjaga tata tertib melalui perbuatan kita yang menghormati aturan-aturan yang ada di sekitar kita. Ambillah komitmen untuk mentaati setiap peraturan yang ada, ketika harus berhenti di lampu merah, ketika sedang berada di baris antrian, atau ketika berada di tempat-tempat lainnya. Anda adalah ‘pencipta’ ketertiban, karena Anda telah dikaruniakan roh yang membangkitkan ketertiban. [YM]