Pada saat Anda menonton pertandingan lari estafet, biasanya perhatian banyak orang tertuju kepada atlit pertama saat ia mengalihkan tongkat ke pelari kedua. Tidak terbayangkan bila sang atlit pembawa tongkat estafet yang seharusnya mengalihkan tongkat kepada atlit selanjutnya tidak memberikan tongkat estafet dan terus menggenggam tongkat tersebut. Tim tersebut akan didiskualifikasi. Ilustrasi ini ingin menjelaskan kesediaan menyerahkan tongkat estafet kepada generasi berikut. John C. Maxwell dalam bukunya tentang kepemimpinan, Leadership, Equipping 101, berkata, "Ada ada 2 penyebab pemimpin kesulitan menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan. Pertama, ego, keegoisan menjadi penghambat mutlak dalam proses peralihan. Kedua, kegelisahan hati karena ingin mengendalikan semua tanggung jawab atau kegelisahan karena takut tergantikan oleh seorang yang lebih andal."
Dalam Alkitab, kita belajar sikap menjadi sang pemberi tongkat estafet yang baik. Paulus bersedia untuk mengalihkan tongkat estafet kepada Timotius. Paulus menyadari bahwa ia tidak dapat selama-lamanya melakukan tugas pemberitaan Injil. Ia menggunakan pola "Fathering" atau "Pembapaan" (1 Timotius 1:2). Paulus sengaja membangun hubungan yang dekat dengan Timotius agar ia dengan mudah mengkomunikasikan nilai-nilai hidup yang benar. Paulus juga berdiri sebagai "Teacherâ atau "Pengajar." Paulus mengajarkan kepada Timotius tentang nilai-nilai firman Tuhan yang benar. Ia juga berdiri sebagai "Mentor" atau "Pembimbing". Paulus beberapa kali memperingatkan Timotius tentang area yang menjadi kelemahannya, kemudian Paulus meninjau bidang-bidang yang dapat menjadi kekuatan Timotius untuk bertumbuh di dalam pelayanan (2 Timotius 2:20-23). Hari ini mari menjadi seorang pemimpin sejati yang siap menyerahkan tongkat estafet kepada generasi berikutnya. Mengutip perkataan bijak, Chuck Swindoll, "Satu orang terlalu sedikit untuk mencapai sebuah tujuan dari kejayaan." Biarlah Tuhan membuka mata rohani kita untuk melihat pentingnya pekerjaan Tuhan yang besar di masa depan dan diperlukan banyak pemimpin yang hebat. Mari renungkan pertanyaan ini, "Apakah saya telah menjadi seorang pemberi tongkat estafet kepemimpinan yang baik selama ini? "