Kekristenan bukanlah agama namun kekristenan adalah sebuah hubungan. Menjalani kehidupan sebagai orang Kristen bukanlah menjalani kehidupan yang dipenuhi dengan berbagai aturan, namun membangun kehidupan yang memiliki koneksi yang kuat dengan Tuhan. Koneksi yang kuat dengan Tuhan berbicara mengenai hubungan yang intim dengan Tuhan. Kita perlu bersyukur karena korban Kristus di kayu salib, kita dimungkinkan untuk memiliki hubungan yang khusus (Special Connection) dengan Allah sehingga kita dapat menyebut Dia, Bapa.
Salah satu tokoh Alkitab yang memiliki koneksi/hubungan yang intim dengan Tuhan adalah Daniel. Kita dapat meneladani ketaatan dan ketekunan Daniel yang membuat ia memiliki keintiman dengan Allah. Di atas kamarnya, terdapat tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem di mana ia berlutut tiga kali sehari, berdoa serta memuji Allah. Karena hubungannya yang intim dengan Tuhan, Daniel memiliki iman sepenuhnya kepada Tuhan sehingga ia tidak takut dan mampu menghadapi segala ujian yang menimpanya, seperti saat ia masuk ke dalam gua singa. Dalam kehidupan kita sehari-hari, koneksi dengan Tuhan sangat kita perlukan agar kita memiliki kekuatan rohani untuk menghadapi semua keadaan yang terjadi dalam hidup kita. Oleh karena itu, berdisiplinlah untuk melakukan saat teduh, berdoa, mentaati firman-Nya dan beribadah. Percayalah, ketika kita memiliki koneksi yang kuat dengan Tuhan, maka kita akan dimampukan untuk menyelesaikan semua persoalan. [AB]