Presiden pertama Amerika Serikat, George Washington, pernah memberikan kata bijak ini: "Bergaullah dengan orang-orang berkualitas, jika Anda menghargai reputasi Anda sendiri, karena lebih baik menyendiri daripada ada dalam pergaulan yang buruk." Washington sangat menyadari betapa besarnya dampak dari pergaulan yang akan mempengaruhi karakter serta reputasi seseorang. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh HSE Center for Institutional Studies menyatakan, "Pergaulan dengan orang-orang yang berprestasi tinggi, akan mempengaruhi prestasi seseorang karena mereka akan tumbuh berkembang bersama dalam mencapai kesuksesan."
Dalam bacaan Alkitab kita hari ini, dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, Paulus mengajarkan tatanan kehidupan yang baru sebagai anak-anak terang. Kita tidak memilih-milih dengan siapa kita menjalin pertemanan, tetapi kita harus tetap menjaga diri dalam pergaulan yang baik, sehat dan seturut dengan kehendak Allah. Ada sebuah perbedaan yang sangat penting antara "berteman" dan "bergaul". Bergaul menunjukkan hubungan yang sangat akrab dan karib, berbeda dengan berteman. Dari konsep ini, sangat jelas bahwa pergaulan yang kita jalani akan mempengaruhi sikap dan kualitas hidup kita. Milikilah teman sebanyak-banyaknya, namun cermat dan bijak saat memutuskan dengan siapa kita bergaul. Pergaulan yang baik pastilah mendatangkan dampak yang baik pula. Sebaliknya, pergaulan yang buruk akan merugikan kita. Ini adalah sebuah prinsip penting bagi setiap anak Tuhan untuk dapat bertumbuh menjadi pribadi yang berkualitas. [LS]