Cara terbaik melanjutkan sebuah tongkat estafet kepemimpinan yaitu dengan mempersiapkan seseorang untuk menjadi pemimpin. Hal ini dilakukan oleh Amancio Ortega, pendiri dari perusahaan Zara. Untuk meneruskan usahanya, Ortega mempersiapkan puterinya Marta Ortega Perez, untuk memimpin perusahaan Zara di masa depan. Yang dilakukan Ortega kepada puterinya, bukanlah langsung mendudukkan ia menjadi manager ataupun direktur, ia memilih mengajari puterinya untuk belajar usaha dari posisi bawah. Marta ditugaskan sebagai pegawai biasa yang bertugas mengisi pakaian di rak baju yang kosong, menawarkan baju kepada konsumen, hingga mengatur stok barang. Sampai hari ini Marta baru berada di posisi bagian pemasaran, dan ia pun terus berjuang di perusahaan milik ayahnya. Ortega berkata, "Hal ini aku lakukan, agar Marta menjadi pemimpin yang membawa perusahaan Zara lebih hebat di masa yang akan datang."
Peralihan tongkat estafet kepemimpinan juga pernah dilakukan oleh Musa kepada Yosua, calon penggantinya untuk memimpin Israel. Musa mempersiapkan Yosua dengan melatihnya dengan keras agar dapat menjadi pemimpin yang tangguh. Musa menempatkan Yosua di baris terdepan dalam peperangan (Keluaran 17:9). Musa pun mengutus Yosua untuk mengintai negeri Kanaan, lokasi dengan musuh-musuh yang sangat sulit dan berbahaya. Alkitab mencatat, regenerasi yang dilakukan Musa terbukti berhasil, Yosua diakui sebagai pemimpin oleh umat Israel dan berhasil merebut tanah Kanaan, seperti yang dijanjikan Tuhan (Yosua 11:23). Pertanyaannya hari ini, apakah Anda telah merencanakan proses pengalihan tongkat estafet kepemimpinan yang berjalan dengan mulus, baik dalam pekerjaan, bisnis atau pun pelayanan? Mari persiapkan calon pemimpin dengan baik. Latihlah dan jangan memanjakan. Arahkan calon pemimpin untuk menemukan dan memaksimalkan benih kekuatan (strength) yang Tuhan berikan kepadanya. Kemudian, tuntun ia untuk dapat meniti tangga menuju kesuksesan. Percayalah orang tersebut kelak akan menjadi pemimpin yang berhasil di masa yang akan datang.