Kesuksesan dan kejayaaan seseorang belum tentu terulang di generasi keturunannya. Banyak kisah nyata di mana generasi pertama membangun, generasi kedua menikmati, dan generasi ketiga menghancurkan. Demikian juga dalam aspek rohani, kesuksesan membangun kerajaan Tuhan di masa kini belum tentu dapat berlangsung terus di generasi yang akan datang.
Hal ini pernah terjadi di zaman kitab Hakim-hakim. Sepeninggal Yosua, para tua-tua, dan orang-orang angkatan tersebut, muncul generasi baru yang tidak mengenal Tuhan. Mereka meninggalkan Tuhan dan mengikuti allah-allah dari bangsa-bangsa di sekitarnya. Penyembahan kepada allah lain telah mengakibatkan kemerosotan moral bangsa Israel. Bangsa itu telah menyimpang dari jalan kebenaran dan melakukan yang tidak patut, dan ini menyakiti hati Tuhan. Akibatnya, Tuhan murka dan menyerahkan mereka dalam penindasan musuh-musuh mereka. Sepanjang bulan ini NDC mengangkat tema "Legacy Builders" atau âPara Pembangun Warisan", yaitu orang-orang yang mau membangun dan mempersiapkan generasi berikutnya untuk kesuksesan di masa datang. NDC ingin tongkat estafet kesuksesan gereja sekarang terjadi juga di generasi berikut. Seperti halnya dalam pertandingan lari estafet, para atlit yang bertanding perlu hati-hati menyerahkan baton (tongkat estafet), karena apabila meleset maka tim tersebut akan mengalami kerugian dan dapat menyebabkan kegagalan untuk memenangkan pertandingan. Bob Russel dan Bryan Bucher, penulis buku Transition Plan, berkata, "Dalam proses peralihan tongkat kepemimpinan dalam gereja, perlu kesediaan dari sang pemberi tongkat estafet dan kesiapan dari sang penerima tongkat estafet." Membangun generasi rohani bukan hanya menjadi tugas dari para pelayan Tuhan, namun seluruh orang percaya. Mari bersama-sama bergandeng tangan dan mengambil peran mewariskan sesuatu yang berharga dan berguna bagi generasi berikut. Memang tidak mudah untuk dilakukan, namun percayalah Tuhan ada bersama dan Ia akan memampukan kita.