KEJAMNYA SEBUAH CANDAAN

Sabtu,30 Maret 2019

BACAAN ALKITAB HARI INI

Efesus 4:29-32

BACAAN NDC BIBLE STUDY

Yosua 7

AYAT HAFALAN

Amsal 18:21

RENUNGAN INSPIRASI

Memang menyenangkan bisa berada di tengah-tengah orang yang memiliki selera humor yang tinggi. Tapi tahukah Anda bahwa terkadang candaan itu bisa membawa bencana bagi orang lain. Candaan yang merendahkan orang lain dan dilakukan secara konsisten dengan target yang sama pada akhirnya menjadi verbal bullying. Salah satu kasus verbal bullying di kalangan remaja yang pernah menjadi sorotan terjadi di Korea Selatan. Siswa kelas satu SMA, yang diketahui memiliki marga Choi, bunuh diri dengan cara terjun dari apartemen tempat tinggalnya di daerah Gyeongsan, pada tanggal 11 Maret 2013. Kematian Choi membuat kegemparan, namun sekaligus menyadarkan masyarakat dan pemerintah Korea Selatan mengenai bahaya verbal bullying. Sebelum bunuh diri, Choi menulis sebuah surat yang ditujukan kepada polisi. Di dalam suratnya, Choi menuliskan lima nama orang yang mem-bully-nya selama ini, dan bercerita kalau sejak tahun 2011, ia telah mengalami penghinaan fisik secara verbal di sekolah atau pun saat di luar sekolah.

Benarlah apa yang dikatakan oleh Firman Tuhan bahwa "Lidah mempunyai kuasa untuk menyelamatkan hidup atau merusaknya; orang harus menanggung akibat ucapannya". (Amsal 18:21 BIS). Dengan perkataan kita dapat mematikan semangat orang, dengan perkataan kita dapat membuat orang lain memandang rendah dirinya, bahkan lebih buruk lagi, karena perkataan seseorang bisa mengakhiri hidupnya. Oleh karena itu, mulai saat ini, hendaklah kita menyaring terlebih dahulu perkataan yang kita ucapkan dan bertanggung jawab atas perkataan itu. Biarlah masing-masing kita memiliki perkataan yang penuh kasih dan berkat, agar dapat senantiasa membangun orang lain. (SL)

REFLEKSI DIRI

1. Pernahkan Anda melakukan verbal bullying? Dampak apa yang terjadi saat Anda melakukan hal tersebut?
2. Apa yang dapat Anda lakukan agar terbiasa memiliki perkataan yang membangun orang lain?

POKOK DOA

Bapa di Sorga, berikanlah kami hati yang mau mengasihi dan menyayangi orang lain dengan tulus. Biarlah kami memilliki penguasaan diri sehingga kami tidak lagi menyakiti sesama kami, baik dengan perkataan maupun perbuatan. Terima kasih Bapa, dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Mulai saat ini, belajarlah untuk mengeluarkan kata-kata yang lebih positif dan berdampak bagi sesama.

HIKMAT HARI INI

Ucapan seperti sebilah pisau yang sangat tajam, tergantung bagaimana Anda menggunakannya. Apakah untuk hal yang bermanfaat atau melukai seseorang?
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com