Sebagai orang yang hidup dalam budaya Timur, kita memiliki masalah dalam memberikan apresiasi, karena kita tidak terbiasa mengekspresikan apresiasi atau pujian. Ketika seseorang yang melakukan sesuatu yang hebat, kita biasanya menanggapi dengan dingin, diam atau hanya berkomentar dalam hati. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, apresiasi berarti mengangkat atau menaikkan nilai sesuatu. Apresiasi adalah bagaimana kita menghargai sesuatu dan menilai dengan tinggi sesuatu sesuai dengan kualitasnya. Kalau kita belajar menghargai dengan baik, tidak akan sulit bagi kita untuk menemukan hal-hal baik sehingga menambah citra positif dan nilai akan sesuatu.
Dalam bacaan Firman Tuhan hari ini, kita membaca bagaimana Paulus menyatakan apresiasi kepada rekan-rekan pelayanannya. Satu demi satu ia sebut nama mereka, dan ia memberikan penghargaan kepada setiap dari mereka. Kebesaran nama Paulus tidak lepas dari pelayanan orang-orang yang tidak begitu ternama. Paulus sadar, ia tak bisa bekerja sendiri dan ia selalu membutuhkan orang lain. Apakah Paulus memberikan apresiasi karena rekan-rekannya melakukan pekerjaan dengan sempurna? Tidak ada yang sempurna, pasti selalu ada kekurangan, dan Paulus belajar berbesar hati untuk menerima semuanya. Hari ini, mari budayakan saling menghargai dalam pelayanan. Tak ada pelayanan yang berhasil kalau dilakukan sendiri. Budaya ini dapat Anda kembangkan di dalam keluarga maupun lingkup yang lebih luas. (FD)