Apa yang ada di pikiran Anda ketika mendengar kata cemas? Kuatir, galau, ragu, bimbang, semua itu berhubungan dengan rasa cemas. Apa yang dilakukan saat merasa cemas? Jawabannya akan variatif, di antaranya melakukan latihan pernapasan, minum teh, mendengarkan musik, bernyanyi, berteriak, memberi sugesti diri dengan berkata "jangan cemas, jangan cemas, jangan cemas, jangan cemas", atau berlari-lari. Kota besar dengan mobilitas tinggi identik dengan tingkat kecemasan yang tinggi. Kecemasan dialami ketika berpikir dan khawatir atas sesuatu hal yang belum terjadi, takut akan hasil yang buruk atau tidak sesuai dengan harapan atau kegagalan.
Pemikiran-pemikiran semacam ini menjadi penghalang untuk kita beraktivitas, karena rasa cemas dapat membuat kita kehilangan fokus, merasa sangat lelah, dan tidak memiliki energi untuk beraktivitas. GAD atau rasa cemas yang berlebihan mencerminkan keraguan kita terhadap cara kerja Tuhan. Keraguan itu yang menimbulkan rasa cemas. Kita tidak dapat mengalahkan rasa cemas kalau kita sendiri membuka celah untuk kecemasan menguasai diri kita. Kita harus memusatkan perhatian pada Yesus untuk dapat mengalahkan kecemasan, dan percaya bahwa Yesus sendiri adalah jawaban atas apa yang kita cemaskan. Bukan berarti kita lari dari suatu tanggung jawab, tetapi kita menyerahkan untuk Tuhan mengerjakan bagian-Nya setelah kita menyelesaikan bagian kita. Itu berarti Anda bijaksana, tahu kapan harus berserah dan percaya Tuhan yang menyelesaikan. (SL)