Salah satu syarat untuk menjadi seorang murid Kristus yang sejati adalah memiliki penundukan diri kepada otoritas rohani. Di dalam gereja, ada banyak orang yang tanpa sadar sulit menundukkan diri kepada otoritas rohani. Bahkan ada yang akhirnya sampai menghasut orang percaya lain, sehingga terjadi perpecahan di dalam tubuh Kristus. Penyebab utama seseorang tidak tunduk kepada otoritas rohani karena egonya yang tinggi, merasa diri lebih baik dan lebih mampu dari pemimpin rohani.
Dalam ayat bacaan kita hari ini, rasul Paulus memberikan nasihat kepada jemaat Ibrani untuk memberi diri tunduk kepada otoritas rohani. "Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu." (Ibrani 13:17). Kata "taatilah" dalam ayat ini dalam teks aslinya memiliki pengertian: "menyesuaikan, "mengalah" dan "menaati". Sedangkan kata "tunduklah" berarti tunduk kepada otoritas. Paulus ingin agar para jemaat Tuhan belajar untuk menyesuaikan, mengalah dan menaati otoritas rohani yang ada di atasnya. Dari sini kita dapat belajar, kita bisa saja tidak setuju atau tidak suka dengan keputusan pemimpin, namun kita tidak boleh memberontak. Kita justru diajarkan untuk mengalah, menyesuaikan dan taat. Kita percaya bahwa ketaatan kepada otoritas rohani akan membawa kita lebih bertumbuh dan menghasilkan karakter Kristus. Kalaupun pemimpin rohani benar-benar melanggar prinsip firman Tuhan, ajaklah untuk bertemu dan bicarakan dengan baik, bila perlu ajak dia untuk berdoa bersama. Hari ini, mari beri diri Anda untuk taat kepada otoritas rohani di atas Anda. Saat Anda melakukannya, firman Tuhan berkata, " hal itu akan membawa keuntungan bagi Anda." Pertanyaanya, apakah Anda sudah memberi diri untuk taat dan menundukkan diri kepada otoritas rohani Anda? (FD)