Kapal Lady Elgin bertabrakan dengan perahu pengangkut kayu sehingga karam. Sebanyak 393 penumpangnya terapung-apung di Danau Michigan yang sedingin es. Seorang mahasiswa, Edward Spencer, terjun ke dalam air berkali-kali dan berhasil menyelamatkan 17 penumpang sampai akhirnya ia kelelahan dan pingsan. Ketika sadar, ia sudah tidak bisa berdiri lagi. Selama sisa hidupnya, Edward terkurung di kursi roda. Bertahun-tahun kemudian, seseorang bertanya tentang apa yang paling diingatnya pada malam yang naas itu. Menurut laporan wartawan surat kabar dari Chicago, Edward menjawab, "Yang jelas tidak seorang pun dari 17 orang itu yang datang untuk mengucapkan terima kasih padaku."
Ketika kita melakukan kebaikan, tidak ada jaminan orang akan mengucapkan terima kasih, memberikan penghargaan atau pengakuan. Mungkin malah sebaliknya, kebaikan atau pertolongan kita itu dianggap angin lalu, dan kita dilupakan begitu saja. Namun sebagai murid Kristus, hari ini kita diingatkan satu kebenaran Firman Tuhan yang berkata: Janganlah kita menjadi bosan melakukan hal-hal yang baik; sebab kalau kita tidak berhenti melakukan kebaikan, sekali kelak kita akan menuai hasilnya (Galatia 6:9 BIS). Setiap kebaikan yang sudah ditabur suatu saat akan kita tuai, walau mungkin bukan hari ini, besok atau bulan depan. Namun suatu saat, kebaikan itu akan berbuah dan bisa dinikmati. Hari ini, apakah Anda mulai lelah berbuat baik kepada orang lain? Mari kembali tetapkan hati untuk kembali berbuat baik dan lakukanlah itu dengan sukacita dari Tuhan. (FD)