Polygraph merupakan sebuah alat yang diciptakan khusus untuk mendeteksi kebohongan dan banyak digunakan oleh kepolisian untuk melakukan interogasi dan investigasi suatu kasus. Cara kerjanya adalah dengan merekam seluruh respons tubuh ketika seseorang diberi pertanyaan. Ketika seseorang berbohong, ucapan yang dikeluarkannya akan menghasilkan reaksi psikologis di dalam tubuh dan mempengaruhi kerja organ tubuh seperti jantung, kulit, dan lainnya. Melalui sensor yang dihubungkan pada bagian tubuh, diketahuilah grafik perubahan fungsi organ tersebut, diantaranya ritme nafas, detak jantung, tekanan darah, keringat dan lainnya. Namun, beberapa orang yang ahli berbohong tetap mampu melewati pemeriksaan alat ini.
Alat Polygraph yang super canggih dapat dikelabui oleh manusia, namun tidak demikian halnya dengan Tuhan. Kita sama sekali tidak bisa menyembunyikan satu perkara pun. Sehebat apapun kita berusaha menutupinya, tetap saja Tuhan mampu melihat jauh ke dalam hati kita. Pemazmur sendiri mengakui bahwa Allah itu Mahatahu. Ia berkata: Engkau tahu tiap perbuatanku, mengerti isi pikiranku. Engkau melihat aku, baik aku bekerja atau beristirahat, Engkau tahu segala yang kuperbuat. Bahkan sebelum aku berbicara, Engkau tahu apa yang hendak kukatakan. (Mazmur 139:2-4 BIS). Hari ini, bila Anda memiliki dosa atau kesalahan, mari datanglah kepada Tuhan, akui segala kesalahan dan dosa, dan beri diri Anda untuk diubahkan menjadi baru. Jika saat ini Anda sedang mengalami kepahitan dan kehancuran, ketahuilah Tuhan tahu dengan jelas apa isi hatimu. (FD)