Pagar digunakan untuk membatasi (mengelilingi, menyekat) pekarangan, tanah, rumah, kebun, dan sebagainya, dan berfungsi sebagai pertahanan pertama. Tanpa pagar, rumah terasa tidak aman. Saat ini, banyak rumah yang dibangun tanpa pagar, tetapi dilengkapi dengan pembatas yang tinggi di sekeliling perumahan dengan sistem keamanan terpadu. Berbicara tentang pagar, Ayub memiliki "pagar" terkuat di dunia yang diperolehnya dari Tuhan. Ayub memiliki 7000 ekor kambing domba, 3000 ekor unta, 500 pasang lembu, dan 500 keledai betina. Jika dihitung berdasarkan kondisi ekonomi saat ini, kekayaan Ayub tersebut bernilai lebih kurang 30 miliar rupiah, belum terhitung ladang, rumah dan budak-budaknya. Semua kekayaan Ayub aman ketika pagar perlindungan diletakkan oleh Tuhan di sekelilingnya, rumahnya, dan segala yang dimilikinya. Sampai akhirnya Tuhan mengangkat pagar perlindungan tersebut untuk menguji iman Ayub.
Pertanyaan kita adalah bagaimana agar kita memperoleh pagar perlindungan dan berkat dari Tuhan? Tertulis dalam Ayub 1:1, "Di Negeri Us ada seorang laki-laki bernama Ayub. Ia dikenal sebagai orang yang saleh -- yang baik dan jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan". Ditegaskan kembali dalam Ayub 1:8, "Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur; yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Karakter yang paling menonjol dari Ayub adalah kehidupannya yang takut akan Tuhan. Karakter inilah yang membuat Tuhan memagari dan memberkati Ayub. Iblis tidak bisa berbuat apa-apa selama pagar perlindungan itu ada. Hari ini, apakah Anda ingin hidup Anda diberkati dan aman dalam perlindungan Tuhan? Mari teladani apa yang dilakukan oleh Ayub. (FD)