Coba pikirkan sejenak tentang aroma yang Anda sukai. Apakah aroma parfum favorit Anda? Mungkin juga aroma kopi? Atau aroma buah dan bunga? Biasanya kita dengan cepat dapat mengenali aroma yang disukai. Berbicara soal aroma yang harum, saya sering kali mendengar orang Kristen berdoa untuk persembahan mengucapkan kalimat, "Semoga persembahan kami dapat menjadi dupa yang berbau harum di hadapan Tuhan." Saat mendengar ini, pernahkah Anda berpikir seperti apakah bentuk persembahan yang harum bagi Tuhan?
Dalam Keluaran 29, tiga kali Tuhan menyebutkan kalimat, "persembahan yang harum" yang diterjemahkan dari bahasa Ibrani "nichowach reyach" (Keluaran 29:18, Keluaran 29:25, Keluaran 29:41). Pada bagian ini Tuhan sedang memberikan aturan-aturan mengenai persembahan yang harus dipersembahkan kepada Tuhan. Mempersembahkan persembahan kepada Tuhan bukan hanya sekadar mengikuti aturan yang diberikan, tetapi lebih dari itu kita harus memastikan apakah persembahan kita berbau harum bagi Tuhan atau tidak? Kita masing-masing dapat memilih aroma apa yang kita persembahkan kepada Tuhan. Persembahan yang berkenan bukan tergantung pada besar atau kecilnya nilai persembahan kita. Pengertian persembahan yang harum dan berkenan kepada Tuhan tidak sesempit itu. Ketika kita mempersembahkan sesuatu, Tuhan mau supaya kita mempersembahkan apa yang ada pada kita, dengan ketulusan, sukacita dan rasa syukur (2 Korintus 9:7). Kita bisa mempersembahkan waktu, talenta, dan materi yang kita punya untuk kemuliaan Allah dan menyenangkan hati-Nya. Itulah persembahan yang harum di hadapan-Nya. Karena itu, marilah kita berusaha untuk memberikan yang terbaik sebagai persembahan yang harum bagi Tuhan. (EK)