Paul Lee Tan, penulis buku Encyclopedia of 7.700 Illustrations, menceritakan pengalamannya saat mengikuti kelas kimia. Gurunya mengajak para murid untuk melakukan eksperimen tentang seekor katak yang dibunuh secara perlahan. Pertama-tama katak diletakkan dalam gelas kimia berukuran besar, supaya katak merasa nyaman dan leluasa bergerak. Kemudian gelas kimia tersebut diisi air dan diletakkan di atas pembakar Bunsen dengan api yang sangat kecil. Air dipanaskan dengan api yang bersuhu kira-kira 0,17o F/detik dan proses ini memakan waktu sekitar tiga jam hingga air menjadi benar-benar panas. Namun dalam proses tersebut katak tidak pernah meronta-ronta, karena ia tidak merasakan panas yang tiba-tiba. Katak itu tidak menyadari bahwa air yang perlahan panas tersebut sebenarnya bisa pelan-pelan membunuhnya.
Dosa sebenarnya memiliki sifat yang sama seperti eksperimen di atas, awalnya memikat lalu perlahan membelenggu, dan pada akhirnya sanggup membinasakan. Pelanggaran yang kelihatan kecil dan sepele bisa menjadi awal dari serangkaian dosa yang akan terus menggulung. Apabila seseorang mulai membangun kebiasaan berbohong, maka lama-kelamaan ia akan terjerat dengan kebohongan lainnya, bahkan pada akhirnya ia bisa berkompromi dengan dosa-dosa lainnya. Dalam ayat bacaan firman Tuhan hari ini, rasul Yakobus dengan jelas menguraikan cara kerja dari dosa (Yakobus 1:14-15). Pertama-tama orang akan dicobai oleh keinginan sendiri, bila keinginan itu terus dibiarkan maka akan melahirkan dosa. Dan jika perbuatan dosa terus dibiarkan maka akan berujung kepada kebinasaan. Bukan suatu kebetulan firman Allah hari ini datang mengingatkan kita untuk senantiasa hidup dalam kebenaran. Biarlah kita boleh makin sungguh-sungguh hidup takut akan Tuhan, agar perjuangan iman kita tidak menjadi sia-sia. (EK)