Ada banyak orang yang berpandangan bahwa anak-anak orang kaya akan tumbuh menjadi anak yang manja, tetapi hal itu tidak selalu benar. Mark Cuban, pemilik klub bola basket NBA Dallas Mavericks mengatakan bahwa dia selalu melatih anaknya untuk mandiri dan tidak mengandalkan kemewahan yang sebenarnya bisa mereka dapatkan dengan mudah. "Saya bukan tipe ayah yang akan membawa ribuan hadiah untuk anak-anak saat pulang ke rumah. Saya adalah ayah yang akan sibuk menyuruh anak saya merapikan ini dan itu serta memintanya melakukan apa-apa sendiri" ujarnya. Mark Cuban hanyalah salah satu dari antara banyak miliarder yang mendidik anak-anaknya agar mandiri, kuat serta mengerti tentang kerasnya perjuangan hidup.
Kita adalah anak Tuhan, anak dari sang empunya alam semesta yang jelas lebih kaya dan berkuasa daripada miliarder manapun. Sebagai anak-anak Tuhan, kita pun dididik dengan sangat disiplin oleh Tuhan. Tuhan menghendaki kita menjadi anak-anak yang tangguh dan kuat, bukan menjadi anak-anak yang lemah dan gampang jatuh dalam dosa.. Bukan hal yang sulit bagi Tuhan untuk memberkati dan memperkaya kita secara instan, namun Tuhan tidak melakukan hal itu pada anak-anak-Nya. Tuhan ingin mendidik kita menjadi anak yang mandiri, kuat dan rajin. Tantangan dunia ini begitu berat, kerasnya kehidupan dapat menghancurkan iman seseorang, dan menenggelamkannya dalam dosa. Oleh karena itu, kita harus bersyukur karena Tuhan mendidik kita sehingga kita tumbuh menjadi pribadi yang rajin, mandiri dan kuat sehingga kita dapat menghadapi kerasnya kehidupan di dunia ini. (EK)