Lingkungan hidup berperan penting dalam menentukan sesuatu akan jadi seperti apa. Namun pada kenyataannya, tidak semua hal selalu seperti pernyataan diatas. Sebelum memasak ikan air laut, langkah selanjutnya yang harus dilakukan setelah ikan dibersihkan adalah dibumbui. Bumbu yang digunakan bisa bermacam-macam, salah satunya bumbu yang paling umum adalah garam. Ikan laut notabene hidup di dalam air yang memiliki kadar garam yang cukup tinggi. Tetapi mengapa daging ikan rasanya tidak asin padahal ia hidup dalam air laut? Saat dilakukan penelitian, ternyata pada insang ikan terdapat sel ioncytes yang berfungsi untuk memompa garam keluar dari tubuh ikan. Akibatnya tidak peduli berapa lama ikan tersebut berada dalam air laut, dagingnya tidak akan terasa asin. Dari fenomena ini kita bisa belajar bahwa kita bisa menghindari pengaruh buruk yang berasal dari lingkungan sekitar.
Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk sosial. Kita mempunyai kebutuhan untuk berbaur dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Namun berapa banyak dari 10 orang yang dapat bertahan ketika ditempatkan dalam lingkungan yang buruk? Kita harus bisa menyaring hal-hal yang buruk agar tidak terpengaruh dan akhirnya malah mengubah karakter kita. Sebagaimana ikan laut memiliki sel ioncytes, seharusnya kita pun memiliki "sel ioncytes" untuk memompa keluar semua pengaruh buruk dari dunia ini. Sel ioncytes pada anak Tuhan adalah firman-Nya yang setiap hari kita baca. Firman Tuhan mengajarkan kita bagaimana untuk hidup benar sehingga sekalipun kita berada di lingkungan yang tidak benar, kita tidak akan terpengaruh. Biarkan firman Tuhan hidup di dalam hati kita dan menghalangi hal-hal buruk memengaruhi kita. (EK)