Alkitab mencatat bahwa Daud adalah seorang pribadi yang berkenan di hati Allah. Meskipun demikian, perjalanan hidupnya bukanlah tanpa cacat cela, Daud juga pernah membuat kesalahan yang fatal. Dia pernah melakukan dosa dengan istri Uria dan menjadi dalang dari kematian Uria, salah seorang prajurit perangnya. Namun karena kasih setia Allah yang begitu besar kepadanya, Daud pun akhirnya menerima pengampunan. Bacaan ayat firman Tuhan hari ini adalah mazmur ucapan syukur Daud kepada Allah Israel. Daud menyebut Allah adalah Bapa yang sangat mengasihi anak-anakNya (Mazmur 103:13-15). Daud memang telah mendengar bahwa Allah Israel adalah Bapa bagi nenek moyangnya, namun dia baru merasakan Allah adalah seorang Bapa baginya ketika ia diampuni dan dikasihi dengan kasih yang kekal.
Allah kita bukan saja pribadi yang perkasa yang menciptakan alam semesta, namun Dia juga adalah Bapa bagi kita semua. Kita telah diangkat menjadi anak-Nya lewat pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib (Efesus 1:5). Dengan menyadari status kita sebagai anak dari Bapa di sorga, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Pertama, kita harus terus membangun hubungan yang intim dengan Bapa di sorga. Biasakan diri mengambil waktu setiap harinya untuk bersekutu dalam doa dan penyembahan. Kedua, mari kita hidup sungguh-sungguh agar dapat mencerminkan seorang keturunan Kristus, baik dalam perkataan maupun tindakan. Biarlah lewat kehidupan sehari-hari kita, orang lain dapat melihat dan merasakan karakter Kristus terpancar lewat kita sebagai anak-anakNya. (EK)