Suatu kali Joel Osteen pernah bercerita tentang seorang temannya yang selalu mengatakan hal-hal buruk ketika Joel menanyakan kabarnya. Temannya itu merupakan bintang sepak bola di sekolahnya, ia berpenampilan menarik dan memiliki postur tubuh yang bagus. Jika Joel menanyakan kabarnya, ia selalu menjawab dalam canda dengan berkata: "Kabar buruk, saya bertambah gemuk, jelek dan tua". Kata-kata itu sering sekali didengarnya, bahkan hingga ratusan kali. Ketika mereka bertemu lagi lima belas tahun kemudian, ucapan temannya menjadi kenyataan, dia terlihat seperti apa yang diucapkannya pada waktu SMA.
Sebetulnya apa yang terjadi kepada sahabat Joel tentang perkataan sangat masuk akal, dunia psikologi telah membuktikan bahwa kuasa perkataan tidak dapat diremehkan. Ketika seseorang terbiasa berkata-kata yang buruk tentang dirinya maka hal tersebut akan terekam dalam alam bahwa sadarnya, kemudian akan terwujud menjadi tindakan sehari-hari. Tentang hal ini, firman Tuhan pun telah mencatatnya sejak ribuan tahun yang lalu bahwa ada kuasa dalam perkataan. "Lidah mempunyai kuasa untuk menyelamatkan hidup atau merusaknya; orang harus menanggung akibat ucapannya" (Amsal 18:21 BIS). Mulai hari ini, mari kita biasakan diri berkata-kata yang positif. Mulailah dengan berkata yang baik tentang diri sendiri, ucapkanlah berkat atas pekerjaan atau usaha yang sedang dijalani saat ini. Doakan anggota keluarga dengan ucapan berkat sesuai dengan firman Tuhan, ucapkan kata-kata yang membangun dan yang menguatkan iman sesama pelayan. Percayalah bahwa suatu saat Anda akan menuai ucapan baik yang pernah Anda tabur. (EK)