Ketika Natal sudah sangat dekat seperti ini, tentu sebagian besar orang tua sudah menyiapkan kado untuk anak-anaknya. Ada yang memberi bingkisan bagi rekan bisnis, bertukar hadiah dengan teman-teman, atau menyediakan bingkisan kejutan bagi kekasih, isteri atau suami. Sebagian lagi mungkin sudah pergi berlibur bersama keluarga ke tempat-tempat wisata atau bahkan ke luar negeri. Natal adalah sebuah perayaan untuk memperingati kelahiran Kristus. Jika kita sudah mempersiapkan berbagai hadiah dan kejutan kepada orang-orang terdekat kita, bagaimana dengan Sosok yang kita rayakan kelahiran-Nya itu? Hadiah apa yang kita telah siapkan bagi Yesus, dan hadiah seperti apa yang akan berkenan buat Dia?
Tuhan Yesus tentu saja tidak memerlukan bingkisan-bingkisan duniawi berupa harta benda, perhiasan, materi dan sejenisnya. Hadiah yang Ia inginkan adalah kehidupan yang mau dipersembahkan bagi-Nya. Karena itu, Saudara sekalian yang saya kasihi, saya mohon supaya Saudara memberikan tubuh Saudara kepada Allah sebagai suatu persembahan yang hidup dan suci, suatu persembahan yang menyukakan hati-Nya. Mengingat hal-hal yang telah dilakukan-Nya bagi Saudara, apakah permintaan ini terlalu banyak? (Roma 12:1-2). Artinya, kita mempersembahkan hidup seutuhnya hanya untuk kemuliaan Tuhan. Atau hal ini bisa berarti, kita rela menaati setiap perintah firman Allah. Beberapa hari lagi, kita akan kembali merayakan kelahiran Yesus Kristus. Pertanyaannya, sudahkah Anda mempersiapkan hadiah terbaik (kehidupan seutuhnya) untuk Tuhan Yesus Kristus? Biarlah Natal kali ini, Tuhan Yesus bergembira karena melihat Anda telah menyerahkan hidup seutuhnya kepada-Nya. (FD)