Setiap orang pasti memiliki sesuatu yang menjadi andalannya. Ada yang mengandalkan harta dan kekayaan, ada juga orang yang mengandalkan kesehatan atau bahkan keindahan secara fisik. Hal ini tentu tidak sepenuhnya salah. Namun bila kita mulai mengandalkan semuanya ini dan melupakan Tuhan, maka itu adalah sebuah kekeliruan besar. Otto Beisheim yang menderita sakit yang tidak diketahui dan tak kunjung sembuh, akhirnya bunuh diri karena frustasi atas kondisi tubuhnya. Ada juga Adolf Merckle, seorang pengusaha yang bunuh diri karena terlilit utang dan diperkirakan bangkrut. Kenyataannya, tidak ada yang bisa diandalkan dalam dunia ini. Sebagai orang percaya, firman Tuhan mengajar kita untuk menjadikan Kristus sebagai satu-satunya andalan dalam hidup kita. Namun sayangnya, banyak orang mengandalkan Tuhan, namun tidak sampai dengan akhir hidupnya. Raja Asa adalah salah satu contohnya.
Alkitab mencatat raja Asa pada awal hidupnya begitu setia mengandalkan Tuhan. Hidup yang selalu mengandalkan Tuhan, membuat dirinya selalu mengalami kemenangan setiap kali pergi berperang. Tuhan memberikan kemenangan dan keamanan baginya. Hal tersebut ternyata tidak bertahan lama, raja Asa akhirnya mulai hidup tidak mengandalkan Tuhan lagi. Kemenangan demi kemenangan membuat dirinya mulai bersandar pada kekuatannya sendiri. Bahkan pada saat berperang menghadapi Basera, raja Israel, dia tergoda untuk mengandalkan raja Aram. Bahkan ketika ia mengalami sakit parah, ia memilih untuk tidak lagi mencari Tuhan, namun mengandalkan tabib-tabibnya (2 Tawarikh 16:11-12). Hari ini kita kembali diingatkan untuk selalu mengandalkan Tuhan dalam segala aspek kehidupan kita dan tetap mengandalkan Tuhan hingga akhir hidup kita. Baik itu dalam keluarga, usaha/pekerjaan dan dalam pelayanan. Di saat suka atau pun duka kita perlu tetap mengandalkan Dia. Bagi kita yang mau tetap setia mengandalkan Tuhan, firman Tuhan berkata: "Tapi orang yang berharap kepada-Ku akan Kuberkati selalu" (Yeremia 17:7 BIS). Apakah Anda masih tetap mengandakan Dia dalam kehidupan hari ini dan untuk selamanya? (EK)