Ketika Allah mengucapkan janji kepada manusia, Dia selalu menjaga dan memeliharanya sampai tergenapi. Sebesar apapun upaya Iblis untuk menghancurkan rencana-Nya, sekali-kali rencana Allah tidak akan pernah gagal. Demikianlah kejadian yang terjadi saat bayi Yesus hadir di muka bumi. Iblis tahu bahwa kedatangan sang Mesias dan penggenapan pelayanan-Nya akan menyebabkan kebinasaan kekal bagi kuasanya. Itu sebabnya Iblis berusaha dengan berbagai cara untuk dapat menggagalkan rencana Allah.
Dalam ayat bacaan firman Tuhan hari ini, kehadiran bayi Yesus telah membuat raja Herodes merasa kekuasaannya terancam. Iblis menggunakan rasa khawatir ini untuk membangkitkan murka Herodes sehingga dia berupaya untuk membunuh bayi Tuhan Yesus. Setelah merasa diperdaya oleh orang-orang Majus yang kembali ke negeri mereka melalui jalan yang berbeda, Herodes memerintahkan pembunuhan terhadap semua anak laki-laki berusia dua tahun ke bawah di Betlehem dan sekitarnya. Perintahnya ini menggenapi sebuah nubuat lama tentang pembantaian atas bayi-bayi orang Yahudi (Matius 2:17; Yeremia 31:5). Sebelumnya seorang malaikat sudah memperingatkan Maria dan Yusuf untuk menyingkir ke Mesir, sehingga Anak itu akan selamat. Penyingkiran Maria dan Yusuf ke Mesir juga menggenapi sebuah nubuat tentang Kristus (Matius 2:15; Hosea 11:1). Dari kisah ini kita mengetahui, bahwa rencana Allah tidak dapat digagalkan oleh Iblis. Dia telah mengatur dengan rinci dan memperhitungkan setiap kemungkinan yang bisa terjadi. Dari kebenaran ini, kita dapat belajar bahwa ketika Allah memberikan janji-Nya dalam kehidupan kita, maka Iblis pun akan berusaha keras untuk menggagalkannya. Namun jangan takut, mari dengar arahan Tuhan di dalam firman-Nya dan Ikutilah perintah-Nya. Percayalah, janji Tuhan di dalam kehidupan Anda pasti akan digenapi. (FD)