Salah satu tokoh Alkitab yang berkaitan erat dengan kelahiran Yesus adalah Maria, ibu Yesus. Bila menelusuri bacaan Alkitab hari ini, Maria hanya 2 kali berbicara untuk meresponi perkataan malaikat Tuhan. Yang pertama, ia bertanya bagaimana mungkin bisa hamil sebab ia belum bersuami (Lukas 1:34). Respons kedua, "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (Lukas 1:38). Sebuah tindakan yang nekat. Mengapa demikian? Karena bagi orang Israel pada masa itu yang masih sangat taat pada hukum Taurat, seorang gadis yang kedapatan hamil sebelum menikah, sekalipun sudah bertunangan, tetapi anak yang dikandungnya bukan anak dari tunangannya, maka ia harus menerima hukuman mati dengan cara dirajam batu (Ulangan 22:23-24). Sekalipun resiko yang dapat diterima Maria begitu serius, tetapi ia tetap taat. Karena Maria memiliki hati hamba. Sebagai hamba Tuhan, ia sadar bahwa Tuhan berhak melakukan apa saja atas hidupnya dan ia siap untuk menjalani apa yang menjadi kehendak Tuhan. Sekalipun itu berarti ia harus menghadapi penderitaan bahkan kematian, tetapi ia tetap bersedia.
Sejak zaman Perjanjian Lama, Tuhan telah menjanjikan Juruselamat dan akhirnya janji itu digenapi, tetapi penggenapan janji itu terselip dalam ketaatan Maria. Demikian juga dengan kita, janji tentang masa depan yang cemerlang dapat terwujud jika kita taat pada firman-Nya dengan hidup benar. Tetapi kita hanya bisa taat jika kita memiliki hati hamba. Hati hamba adalah hati yang akan selalu berkata, "Ini aku Tuhan, pakailah hidupku sesuai dengan kehendak-Mu." Hati hamba adalah hati yang tetap memilih untuk taat kepada firman-Nya, sekalipun pilihan yang diambil itu mengandung resiko. Ketaatan pada firman-Nya dapat menjadi kunci untuk membuka pintu bagi penggenapan janji Tuhan dalam hidup Anda. Ingatlah bahwa ketika Anda menghadapi kesulitan karena ketaatan Anda, Tuhan akan memberi perlindungan. Oswald Chambers, seorang hamba Tuhan, pernah berkata: "Bila kesetiaan Anda dihadapkan dengan konflik batin, tetaplah taat pada Yesus Kristus berapapun harga yang harus dibayar." (EK)