Sejak manusia jatuh dalam dosa di Taman Eden, seluruh umat manusia telah mewarisi natur (sifat) dosa. Dunia dan isinya yang terkontaminasi oleh dosa, terus mengalami gejolak yang begitu hebat. Krisis melanda seluruh bagian dunia ini, perselisihan antar bangsa terus terjadi, kejahatan semakin meningkat, dan bencana alam terjadi di mana saja dan kapan saja. Manusia pun hidup dengan bayang-bayang ketakutan dan kecemasan.
Namun kita bersyukur bahwa Allah mengerti dengan keadaan yang tengah dialami manusia. Itu sebabnya, Dia mengutus Yesus Kristus, Sang Raja Damai ke dalam dunia. Sebutan "Raja Damai" (Prince of Peace) dalam bahasa Ibrani adalah "Shar Shalom", yang berarti "seseorang yang menghapus segala unsur yang mengganggu kedamaian; dan seseorang yang mengukuhkan kedamaian." Lewat kematian-Nya, Yesus Kristus mendamaikan kembali hubungan antara Allah dengan manusia (Roma 5:1). Tanpa Dia melakukan hal ini, manusia tidak dapat memperoleh keselamatan dan damai sejahtera Allah. Selanjutnya, Kristus memberikan damai sejahtera di hati orang-orang yang percaya kepada-Nya. Damai sejahtera yang bersifat kekal, tidak dapat dirampas dan tidak dipengaruhi oleh situasi apapun yang datang dari luar (Yohanes 14:27). Lebih luas lagi, akibat damai sejahtera dari Yesus, kita memiliki kesanggupan untuk hidup damai dengan sesama (Roma 12:18). Di bulan Natal ini, kita kembali diingatkan bahwa Allah telah memberikan hadiah terindah bagi kita, yaitu Yesus Kristus, Sang Raja Damai. Biarlah Kristus terus tinggal di dalam hati kita dan memerintah atas hidup kita. Jangan biarkan situasi dan keadaan yang sulit membuat kita menjadi lemah dan tawar hati, hingga akhirnya merampas kedamaian sejati yang telah Allah berikan. Mintalah Roh Kudus untuk senantiasa memampukan dan menguatkan kita. (FD)