Sebuah video yang direkam secara diam-diam oleh Johal dan sempat dilansirkan oleh elitereaders.com, memperlihatkan ia yang berpura-pura kelaparan. Ia menghampiri seorang tunawisma yang sudah lanjut usia dan bertanya apakah ia memiliki makanan untuk dibagi. Tunawisma itu pun memberinya sandwich. Dari perbincangan mereka, diketahui bahwa tunawisma itu terakhir makan di hari kemarin. Johal terus mengorek identitas si tunawisma dan ternyata ia adalah seorang supir truk yang izin mengemudinya sedang ditangguhkan karena pelanggaran lalu lintas. Hal itu membuatnya kehilangan penghasilan dan berusaha menabung untuk mengurus izin mengemudinya. Johal berpura-pura mengalami kesulitan dan meminjam uang pada tunawisma tersebut. Johal pun diberikan 80 dolar yang merupakan uang tabungan tunawisma itu untuk mengurus izin mengemudinya. Karena kemurahan hati tunawisma tersebut, Johal memberinya 700 dolar.
Bacaan Alkitab hari ini menceritakan tentang perumpamaan yang disampaikan oleh Tuhan Yesus mengenai orang Samaria yang murah hati. Dalam budaya orang Yahudi, mereka tidak bergaul dengan orang Samaria (Yohanes 4:9). Namun, dalam kisah ini orang Samaria itu tidak memedulikan ras, suku atau keretakan hubungan yang sedang terjadi. Ia hanya ingin membantu seseorang yang saat itu sedang kesulitan dan membutuhkan dirinya. Dan Tuhan Yesus menutup perumpamaan ini dengan mengatakan bahwa orang seperti itulah yang disebut sesama manusia. Hari ini, kita pun diajak untuk menerapkan sikap kemurahan hati dalam kehidupan sehari-hari. Sebab kemurahan hati kita akan mencerminkan hati Bapa kita. Inilah tujuan kemurahan hati yang luar biasa dari hati kita terhadap orang lain, bahkan ketika mereka tidak pantas mendapatkannya dan tidak mencintai kita sebagai balasannya. "Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati" (Lukas 6:36). (EK)