Rindu adalah sebuah harapan dan keinginan pada sesuatu. Perasaan ini juga biasanya timbul pada seseorang yang sangat dinantikan. Inilah yang terjadi pada Simeon, salah satu tokoh Alkitab yang dicatat dalam Injil Lukas. Simeon diperkirakan adalah seorang tokoh yang terkenal, terhormat dan berpendidikan di Yerusalem serta memahami tradisi Yahudi. Ia diizinkan Allah untuk bertemu Mesias bersama Hana kemungkinan untuk mengukuhkan kepada orang lain, bahwa Bayi Yesus adalah Mesias yang dijanjikan dalam Perjanjian Lama. Sebab, berdasarkan tradisi Yahudi, sebuah perkara dapat dikatakan sah bila didukung oleh keterangan dua atau tiga orang saksi. Kehadiran Tuhan Yesus di Bait Allah membawa sukacita yang besar bagi Simeon, seorang yang hidup saleh dan benar. Dia telah lama menantikan agar Mesias datang segera dan dapat bertemu dengan-Nya. Penantian Simeon ini diwujudkan dengan hidup benar dan takut akan Tuhan. Sebab ia telah menerima janji Tuhan yang dinyatakan oleh Roh Kudus bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias (Lukas 2:26).
Menanti merupakan pekerjaan yang tidak menyenangkan, apalagi jika diminta untuk menantikan sesuatu yang belum jelas kapan hal tersebut terpenuhi. Manusia cenderung lebih menyukai hal-hal yang pasti, bukan ketidakpastian. Hanya ada satu hal yang bisa membuat seseorang dapat bertahan dalam penantian yang cukup panjang, yaitu ketekunan. Tekun berarti memiliki kemauan yang kuat untuk bertahan sekalipun banyak tantangan. Inilah yang membuat kisah Simeon menarik dan patut untuk kita teladani. Apakah saat ini Anda sedang menantikan janji Tuhan? Tetaplah percaya bahwa Tuhan akan bertindak pada waktu-Nya untuk menggenapi janji-Nya. Karena itu, marilah kita tetap menantikan penggenapan janji-Nya dengan tekun dan setia. (EK)